Ulat dan Kalajengking Kalengan, Camilan Tinggi Protein

Ulat dan Kalajengking Kalengan, Camilan Tinggi Protein

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 26 Sep 2013 11:29 WIB
Foto: Solent News & Photo Agency
Jakarta - Meski awalnya dianggap menjijikkan, kini serangga perlahan-lahan mulai dikonsumsi manusia. Para ilmuwan mengatakan bahwa larva bisa jadi alternatif daging sebagai sumber protein hewani. Olahan seranggapun kini tersedia praktis dalam bentuk kalengan.

ThinkGeek menghadirkan aneka olahan serangga berbumbu dalam bentuk kalengan. Dijual seharga Β£25 (Rp 465.000) per kaleng ukuran 50 gram, Anda bisa memilih menyantap belalang, ulat bambu, jangkrik, ratu semut rangrang, kumbang tahi, sampai kalajengking. Bahkan adapula sambal yang dicampur waterbug!

"Daripada ngemil kentang goreng atau snack, Anda bisa mencoba belalang bacon dan keju, cacing barbecue, atau semut asin. Atau, mungkin Anda lebih suka kalajengking rasa nori, kumbang tahi dengan sour cream dan bawang Bombay, atau jangkrik wasabi," ujar Steve Zimmerman dari ThinkGeek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir Daily Mail (22/09/13), ThinkGeek mengatakan bahwa produknya bebas pewarna, perasa, dan pengawet buatan. Hidangan serangga yang diekspor ke beberapa negara ini juga sudah diuji di laboratorium di Thailand.

Serangga adalah snack yang cukup populer di beberapa wilayah di Asia. Setidaknya dua juta orang di seluruh dunia telah mengonsumsi serangga. Para ahlipun mengklaim bahwa kumbang memiliki nilai gizi lebih tinggi dibanding kacang-kacangan atau buah-buahan kering.

Zimmerman bercerita bahwa ia menemukan perusahaan yang memproduksi serangga panggang dan memberi bumbu yang akrab di lidah orang-orang Barat. "Sejak saat itu kami tahu bahwa kami perlu memperkenalkannya pada dunia," kata pria ini.

Produk serangga kalengan ini bisa dijadikan bingkisan atau camilan di pub sambil meminum bir. "Sejauh ini semua pelanggan kami mengangkat jempol (terhadap produk ini)," tutup Zimmerman.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads