Naiknya Harga Pangan Sebabkan Warga Inggris Stres

Naiknya Harga Pangan Sebabkan Warga Inggris Stres

- detikFood
Senin, 23 Sep 2013 12:32 WIB
Foto: Sky News
Jakarta - Kenaikan harga pangan sudah tentu berimbas pada pengeluaran rutin rumah tangga. Bagi warga dengan penghasilan pas-pasan dirasa sangat berat. Hal ini dialami lebih dari 40 persen konsumen di Inggris yang mengaku stres akibat kenaikan harga pangan.

Seperti dilansir dari Sky News (23/09/2013), laporan sebuah survei menunjukkan bahwa 4 dari 10 konsumen di Inggris mengalami stres akibat kenaikan harga pangan. Sementara itu, sepertiga dari mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan makan diri dan keluarga mereka masing-masing.

Hampir 78 persen konsumen mengaku khawatir dengan meroketnya harga pangan ini. Hasil survei terhadap 2.028 konsumen menunjukkan, hampir 45 persen konsumen mengeluarkan proporsi yang lebih besar untuk belanja makanan di supermarket dibandingkan tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Office of National Statistics, kenaikan harga pangan terus meningkat dan berada diatas inflasi umum yaitu sebesar 12,6 persen selama enam tahun terakhir. Padahal pendapatan para konsumen di Inggris tidak mengalami peningkatan.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan sebanyak 60 persen konsumen khawatir tentang bagaimana mereka akan mengelola pengeluaran di masa mendatang jika harga bahan-bahan pangan terus naik.
Sementara itu sebuah survei terpisah yang dilakukan pengawas konsumen mengungkapkan, 1 juta rumah tangga di Inggris merasa berada dibawah tekanan finasial bila dibandingkan setahun lalu.

Sedangkan 9,5 juta rumah tangga lainnya berjuang untuk mengatasi biaya hidup. Laporan survei juga menunjukkan sekitar 40 persen rumah rangga akan mengurangi pengeluaran belanja bahan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Dan Crossley selaku Direktur Eksekutif Food Ethics Council mengatakan, β€œSeiring dengan berkurangnya sumber daya dalam sistem pangan global, perubahan cuaca, dan pertambahan penduduk; kenaikan harga bahan pangan hampir menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.”

Crossley juga menyarankan agar perusahaan-perusahaan makanan dan pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah kerterjangkauan pangan. Mereka juga perlu mengembangkan kebijakan dalam menyediakan makanan sehat yang terjangkau daripada menjajakan makanan murah yang berimbas negatif pada kesehatan dan lingkungan di masa depan.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads