Seperti dilansir Daily Mail (19/09/2013), laporan Global Food Security mengungkapkan sebanyak 40 persen buah atau sayuran tidak pernah sampai ke piring makan karena mereka dianggap tak berkualitas, kemudian dibuang ke tempat sampah.
Warga Inggris ternyata tidak bisa menerima buah atau sayur yang memiliki ukuran, bentuk, atau tanda-tanda yang aneh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilaporkan, rumah tangga di Inggris juga membuang seperlima makanan yang mereka beli dengan alasan sudah terlalu banyak mengolah makanan atau terlanjur kadaluwarsa.
Banyaknya bahan makanan yang dibuang ternyata disebabkan oleh permintaan konsumen terhadap produk berkualitas tinggi. Hal ini membuat pihak penjual membuang produk yang tidak memenuhi standar. Peneliti juga mengungkapkan, kini lebih banyak warga Inggris siap menerima buah atau sayur jelek di tengah peningkatan harga pangan.
Masih menurut laporan Global Food Security, menangani permasalahan limbah global merupakan tindakan yang diperlukan untuk menyediakan makanan yang cukup bagi penduduk dunia yang terus tumbuh. Hal ini juga bisa mengatasi masalah kelaparan yang melanda 1 dari 8 orang di dunia.
“Lebih dari 5 juta orang di Inggris hidup dalam kemiskinan yang mendalam dimana penyediaan makanan menjadi tantangan mereka sehari-hari,” ujar Profesor Tim Benton, perwakilan Global Food Security.
Ia menambahkan, tahun lalu 400.000 orang harus dibantu food banks. Padahal di saat yang sama, 7,5 juta ton makanan dibuang oleh rumah tangga di Inggris.
Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya mengadakan penelitian untuk membantu mengurangi limbah makanan. Termasuk meningkatkan panen dan teknologi pengemasan, prediksi cuaca musiman, dan cara-cara baru untuk mengurangi limbah makanan didalam rumah.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN