Kata 'sushi' berarti 'masam' atau 'asam'. Arti kata ini bisa dijadikan gambaran jika dahulu sushi dikenal sebagai produk fermentasi. Ikan segar dibungkus dengan nasi sehingga membuat kandungan asam amino dalam ikan mengurai dan terjadilah fermentasi. Ikanpun agak asam.
Dalam situs www.sushi-master.com disebutkan jika sushi mulai disajikan sejak abas ke-4 SM di Asia Tenggara. Dahulu sushi adalah makanan yang diawetkan seperti ikan atau daging dan difermentasi dengan nasi. Ikannya disimpan dalam nasi untuk difermentasi secara alami selama beberapa bulan. Kemudian ikannya dikonsumsi sedangkan nasinya dibuang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa ratus tahun kemudian, cuka mulai ditambahkan dan membuat aroma sushi semakin tajam. Sushi beraroma menyengat ini disebut dengan nare sushi yang tidak disukai banyak orang. Namun sebagian besar jenis sushi yang dikenal adalah oshi sushi, merupakan sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi.
Jenis sushi yang satu ini baru dipotong-potong jika akan dimakan. Karenanya sushi sering dijadikan bekal saat perjalanan. Karena orang Jepang doyan makan, maka ukuran sushi ini dibuat sangat besar. Sushinya berbentuk kotak persegi dengan topping ikan di atasnya.
Sejak zaman Edo, sushi jenis nigiri sushi dikenal di Jepang. Ukuran sushi ini jauh lebih kecil dari oshi sushi dan cenderung lebih mudah dinikmati. Selain itu juga ada ikkan sushi yang bertopping sembilan jenis seafood atau lebih.
Sampai tahun 1970-an sushi masih dianggap sebagai makanan mewah. Bagi rakyat biasa di Jepang, sushi hanya dimakan saat perayaan acara-acara khusus. Sering juga disajikan sebagai buah tangan untuk istri yang menunggu suaminya pulang kerja.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN