Seperti dilansir telegraph.co.uk, China telah "membuang" 80 miliar pasang sumpit kayu setiap tahunnya. Inilah permasalahannya. China telah mengakui bahwa hutan-hutan mereka tidak dapat lagi memproduksi alat makan utama mereka.
"Kita harus mengubah kebiasaan makan kita, membawa peralatan makan sendiri dan mengajak orang-orang untuk melakukan hal yang sama," kata Bo Guangxin, yaitu seorang pimpinan Jilin Foresty Industry Group.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan untuk memakai sumpit saat makan oleh orang China bukan tanpa alasan. Konon cara ini mereka gunakan untuk bertahan hidup. Dikisahkan dahulu kala wilayah tempat orang China rawan akan banjir, dan mereka juga tidak ingin menunggu makanan mereka dingin.
Mereka pun menemukan cara dengan mengambil dua buah ranting pohon untuk digunakan sebagai alat makan. Dua buah ranting inilah yang kemudian berevolusi menjadi sumpit.
Mereka telah melakukan hal ini sejak zaman dinasti Xia, seorang yang bernama Da Yu, telah memulai kebiasaan ini sejak 2100 SM. Karena itulah, sumpit menjadi populer sekaligus menjadi ciri khas orang Asia, khususnya China. Sumpit orang China lebih panjang dari sumpit orang Korea dan Jepang.
Sumpit orang China ini dibuat dengan tujuan untuk mengambil hidangan yang letaknya di tengah-tengah meja. Orang-orang Korea juga juga sering menggunakan sumpit dari bahan metal karena mereka menyukai hidangan barbeque. Sementara itu, garpu telah ditemukan oleh orang-orang Roma, tetapi belum dipakai secara umum di daerah utara Eropa hingga abad ke-18.
Saat ini, China telah menebang 20 juta pohon yang berumur panjang setiap tahunnya, hanya untuk dijadikan sumpit sekali pakai. Lebih parah lagi, hutan-hutan di China sudah tidak bisa lagi memproduksi sumpit untuk mereka sendiri. Sekarang ini, China adalah importir kayu terbesar, bahkan kabarnya mereka telah mengimpor jutaan sumpit kayu dari Amerika.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN