Hanya Restoran Ini yang Sajikan Jenis Jagung Yang Hampir Punah

Hanya Restoran Ini yang Sajikan Jenis Jagung Yang Hampir Punah

- detikFood
Sabtu, 24 Agu 2013 11:42 WIB
Foto: npr.org
Jakarta - Jagung sudah menjadi bahan makanan pokok bagi sebagian orang di beberapa belahan dunia. Seperti padi dan kentang, jagung adalah sumber karbohidrat alami. Jagung bisa diolah menjadi sirup, tepung juga beragam makanan.

Seperti pada delapan tahun yang lalu, seorang koki bernama Dan Barber dari restoran terkenal Blue Hill di Stone Barns, the Hudson River Valley mendapat paket FedEx dari seseorang yang tak dikenalnya.

Di dalam paket tersebut ada dua buah jagung dan sebuah surat. Tulisan tangan dalam kertas tersebut mengatakan bahwa jagung itu adalah varietas langka yang dikenal dengan nama New England Eight Row Flint (atau Otto File, dari nama Italianya).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa jagung yang langka itu hampir saja terlupakan oleh sejarah. Seorang Amerika memang telah memanennya beratus-ratus tahun yang lalu. Pada saat itu, kepopuleran jagung ini telah melintasi darat dan laut.

Jagung ini sangat disukai dan juga sangat bernutrisi. Pada abad ke 19, jagung ini telah diekspor ke Italia. Harganya sangat fantastis karena jagung ini akan dibuat mejadi bahan dasar pembuatan polenta.

Warna dari jagung ini oranye keemasan ketika kering dan ketika jagung ini dibuat untuk menjadi polenta, rasa polentanya sangat enak hingga menjadi fenomena. Mereka mengira polenta tersebut diberi tambahan mentega, tetapi, polenta ini murni terbuat dari jagung Otto File.

Lalu kenapa pemakaian polenta kini semakin jarang saja dan jagung jenis ini kemudian disebut-sebut menjadi langka? Hal ini karena jenis jagung ini tidak bisa diprosuksi secara massal. Hasil dari panen jagung ini hanya sedikit.

Hal ini membuat petani kemudian meninggalkannya dan berpindah ke varietas jagung yang dapat lebih banyak hasil panennya. Sekarang chef Barber hanya membuat sajian jagung ini di Blue Hill saja, bahkan membuat siapa saja yang datang ke restoran ini ketagihan akan lezatnya jagung ini.

Ia berharap agar cerita ini tak hanya menjadi pengalaman seorang pecinta kuliner saja. Ia berharap agar orang-orang tetap mementingkan rasa, tak hanya nutrisi yang terkandung di dalamnya serta cara menanamnya.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads