Gula dan Terigu Ditambahkan Agar Makanan Lebih Awet dan Enak

Ulasan Khusus: Makanan Kalengan

Gula dan Terigu Ditambahkan Agar Makanan Lebih Awet dan Enak

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Selasa, 20 Agu 2013 11:54 WIB
Gula dan Terigu Ditambahkan Agar Makanan Lebih Awet dan Enak
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jenis makanan kalengan makin beragam. Umumnya makanan dikemas kaleng dalam keadaan matang dan basah. Juga ditambahkan beberapa bahan atau bumbu agar rasanya makin enak dan lebih praktis untuk disajikan.

Bumbu sangat diandalkan untuk menambah rasa. Berikut beberapa bahan dan bumbu yang umum ditambahkan dalam makanan kaleng.

1. Garam

Foto: Thinkstock
Garam umum digunakan untuk penambah rasa asin pada makanan. Seperti ikan sarden dan kornet. Garam juga berguna untuk mengawetkan makanan, nantinya garam akan berperan sebagai pengambat selektif pada mikroorganisme pembusuk dan pembentuk spora.

2. Gula

Foto: Thinkstock
Gula juga sering ditambahkan pada makanan kaleng seperti buah, jagung manis dan kornet. Selain menambah rasa manis pada makanan, gula juga sama sifatnya seperti garam yaitu sebagai pengawet makanan. Nantinya gula akan memberi stabilitas mikro-organisme yang merupakan salah satu teknik pengawetan bahan pangan.

3. Minyak

Foto: Thinkstock
Penambahan minyak pada makanan kaleng seperti produk ikan sarden disebut juga dengan proses Exhauting atau penghampaan. Saat di masukkan ke dalam kaleng dalam wadah tertutup, suhu minyak sekitar 80 derajat celsius.

4. Air

Foto: Thinkstock
Air juga menjadi salah satu komposisi atau bahan tambahan makanan kaleng. Digunakan sebagai pelarut gula atau garam. Pada produk buah kaleng air digunakan untuk melarutkan gula, yang berfungsi untuk menghambat proses buah menjadi kecokelatan di dalam kaleng.

5. Terigu

Foto: Thinkstock
Penambahan terigu juga diberikan pada produk kornet yang dikalengkan. Terigu ini berguna sebagai bahan pengisi dan pengikat produk daging untuk meningkatkan stabilitas, daya ikat air dan mengurangi pengerutan selama pemasakan. Jumlahnya tidak lebih dari 3,5 persen dari berat produk per kemasannya.
Halaman 2 dari 6
(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads