Menurut chef berusia 38 tahun ini, bagian lemak daging sapi yang digunakan sebagai isian hamburger McDonald’s 'dicuci' dalam cairan amonium hidroksida. Ia berpendapat bahwa makanan ini tidak layak dikonsumsi manusia.
“Pada dasarnya, kita mengonsumsi makanan yang dijual dengan cara murah seperti untuk anjing. Dan setelah proses ini, makanan tersebut diberikan pada manusia,” ujar Oliver yang juga berprofesi sebagai presenter acara memasak TV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mengapa banyak orang memberikan daging penuh amonia ini kepada anak-anak mereka?” tanya Oliver yang memang aktif memerangi industri makanan cepat saji.
Dalam suatu kesempatan, Oliver menunjukkan pada anak-anak bagaimana proses pembuatan nugget di restoran cepat saji. Setelah bagian terbaik dari daging ayam dipisahkan, sisanya seperti lemak, kulit, dan organ-organ internal lainnya baru diproses untuk membuat nugget.
Salah satu manajer waralaba McDonald’s di Amerika Latin, Arcos Dorados mengatakan bahwa prosedur tersebut tidak dilakukan di wilayahnya. Begitu pula dengan produk di wilayah Inggris dan Irlandia dimana mereka menggunakan daging dari pemasok lokal.
Amonium hidroksida biasa digunakan sebagai agen anti-mikroba dalam daging. Bahkan United States Department of Agriculture (USDA) menganggap amonium hidroksida sebagai komponen dalam prosedur produksi. Hal ini mungkin tidak diketahui para konsumen yang selama ini ternyata mengonsumsi bahan kimia dalam makanan mereka.
Di situs resminya McDonald’s mengklaim bahwa hamburger mereka bisa dijual murah karena setiap hari mereka memasok daging kualitas terbaik dalam jumlah banyak. Pihak McDonald’s juga membantah pengubahan resep yang mereka lakukan terkait dengan kampanye Jamie Oliver.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN