Asupan Makanan Bayi Kaya Sayur Segar Turunkan Risiko Alergi

Asupan Makanan Bayi Kaya Sayur Segar Turunkan Risiko Alergi

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Senin, 12 Agu 2013 11:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan bayi kemasan banyak dipilih karena praktis. Tetapi, sebuah penelitian terbaru menyatakan memperkenalkan anak pada makanan segar seperti sayur dan buah sejak dini ternyata bisa menurunkan risiko alergi makanan.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Kate Grishaw dari University of Southampton memperkirakan sekitar 8 bayi di Inggris menderita alergi makanan. Ia khawatir saran dokter untuk menghindari asupan beberapa jenis makanan untuk menghindari alergi, malah berdampak pada pengurangan keragaman nutrisi yang seharusnya diterima oleh bayi.

Untuk melihat bagaimana para orang tua memberi makan bayi dan pengaruhnya terhadap kemunculan alergi, tim peneliti mengumpulkan buku harian makanan dari 1.140 bayi. The Journal of Allergy and Clinical Immunology melaporkan pada satu tahun pertama para orang tua menerapkan pola makan yang sama. Tim peneliti menilai diet bayi berdasarkan kombinasi makanan berbeda yang dimakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu, 41 anak terdiagnosa mengidap alergi makanan dan tim peneliti membandingkan dengan 82 bayi yang tidak mengidap alergi. Mereka menemukan bayi tanpa alergi makanan lebih tinggi asupan makanan buatan sendiri yang sehat. Makanan ini terdiri dari sayuran, buah, unggas, dan ikan, dengan asupan santapan siap saji seperti keripik kentang, saus kemasan, dan bacon lebih sedikit.

β€œAnalisis ini menunjukkan bayi yang mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah, serta tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan bayi siap saji dan makanan orang dewasa lebih cenderung tidak mengalami alergi makanan saat mereka menginjak umur dua tahun,” tutur Kate kepada Reuters (12/08/2013).

Kate menegaskan studi belum bisa menentukan penjelasan mengapa jenis diet tertentu bisa melindungi dari alergi makanan. Dikarenakan studi mengenai diet dan alergi sangat sulit, banyak faktor yang belum diperhitungkan oleh tim peneliti sehingga bisa mempengaruhi tingkat risiko alergi makanan.

Sebelumnya, dalam jurnal yang sama sebuah studi menyarankan konsumsi telur dan kacang sebagai dua bahan makanan pemicu utama alergi harus dilakukan sejak usia dini. Dibandingkan dengan anak Israel yang sudah terbiasa diberi makan berbahan kacang, anak di Inggris berisiko lebih tinggi mengidap alergi makanan.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads