Tim peneliti yang dipimpin oleh Kate Grishaw dari University of Southampton memperkirakan sekitar 8 bayi di Inggris menderita alergi makanan. Ia khawatir saran dokter untuk menghindari asupan beberapa jenis makanan untuk menghindari alergi, malah berdampak pada pengurangan keragaman nutrisi yang seharusnya diterima oleh bayi.
Untuk melihat bagaimana para orang tua memberi makan bayi dan pengaruhnya terhadap kemunculan alergi, tim peneliti mengumpulkan buku harian makanan dari 1.140 bayi. The Journal of Allergy and Clinical Immunology melaporkan pada satu tahun pertama para orang tua menerapkan pola makan yang sama. Tim peneliti menilai diet bayi berdasarkan kombinasi makanan berbeda yang dimakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βAnalisis ini menunjukkan bayi yang mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah, serta tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan bayi siap saji dan makanan orang dewasa lebih cenderung tidak mengalami alergi makanan saat mereka menginjak umur dua tahun,β tutur Kate kepada Reuters (12/08/2013).
Kate menegaskan studi belum bisa menentukan penjelasan mengapa jenis diet tertentu bisa melindungi dari alergi makanan. Dikarenakan studi mengenai diet dan alergi sangat sulit, banyak faktor yang belum diperhitungkan oleh tim peneliti sehingga bisa mempengaruhi tingkat risiko alergi makanan.
Sebelumnya, dalam jurnal yang sama sebuah studi menyarankan konsumsi telur dan kacang sebagai dua bahan makanan pemicu utama alergi harus dilakukan sejak usia dini. Dibandingkan dengan anak Israel yang sudah terbiasa diberi makan berbahan kacang, anak di Inggris berisiko lebih tinggi mengidap alergi makanan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN