Tim insinyur di Princeton University bekerjasama dengan perusahaan cokelat terbesar di dunia, Barry Callebaut berhasil membangun sebuah paviliun cokelat pertama di dunia. Tidak main-main, bangunan ini dibentuk dari 400 kilogram cokelat modifikasi!
Pertama, tim menggunakan program komputer untuk meminimalisir berat paviliun cokelat, sehingga saat dibangunn rasio kekuatan dan berat cokelat 24 kali lebih rendah daripada beton standar. Akhirnya terpilih desain bangunan yang terdiri dari 70 frame individual cokelat yang disambungkan sehingga terbentuklah sebuah paviliun terbuka.
“Saya pikir kebanyakan orang melakukan apa yang sudah pernah orang lain lakukan sebelumnya, dan itu sangat terbatasi. Dalam pembangunan struktural, banyak sistem yang digunakan punya nama spesifik. Banyak orang mengira mereka hanya bisa menggunakan sistem yang sudah pernah digunakan,” tutur Sigrid Adriaenssens, professor teknik sipil di Princeton kepada Live Science (02/08/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Anda bisa memakannya, tapi rasanya tidak akan seenak cokelat Belgia umumnya. Untuk alasan sturuktural kami memakai lemak yang berbeda dari cocoa butter yang bisa tahan dengan temperatur,” tutur Mark Adriaenssens, kepala R&D Barry Callebaut Americas.
Tim menggunakan campuran cokelat tersebut untuk membangun prototype ukuran 80 kali 80 cm pada awal tahun ini dan prototype tersebut masih diperagakan di Princeton. Ukuran asli paviiliun bisa mencapai tinggi 4,6 meter dan lebarnya 2,5 meter dan bertahan selama satu bulan. Laporan mengenai paviliun cokelat ini masih diulas di jurnal Computer-Aided Design.
Tim Insinyur Princeton Sukses Bangun Paviliun Cokelat Pertama di Dunia
Deani Sekar Hapsari
Foto: Princeton University Art Of Science
Tim insinyur di Princeton University bekerjasama dengan perusahaan cokelat terbesar di dunia, Barry Callebaut berhasil membangun sebuah paviliun cokelat pertama di dunia. Tidak main-main, bangunan ini dibentuk dari 400 kilogram cokelat modifikasi!
Pertama, tim menggunakan program komputer untuk meminimalisir berat paviliun cokelat, sehingga saat dibangunn rasio kekuatan dan berat cokelat 24 kali lebih rendah daripada beton standar. Akhirnya terpilih desain bangunan yang terdiri dari 70 frame individual cokelat yang disambungkan sehingga terbentuklah sebuah paviliun terbuka.
“Saya pikir kebanyakan orang melakukan apa yang sudah pernah orang lain lakukan sebelumnya, dan itu sangat terbatasi. Dalam pembangunan struktural, banyak sistem yang digunakan punya nama spesifik. Banyak orang mengira mereka hanya bisa menggunakan sistem yang sudah pernah digunakan,” tutur Sigrid Adriaenssens, professor teknik sipil di Princeton kepada Live Science (02/08/2013).
Totalnya, bangunan ini terbuat dari 900 pon atau 400 kg cokelat yang diracik khusus oleh tim peneliti Barry Callebaut. Campuran ini mengkalkulasi rasio gula, bubuk kakao, penyerapan susu, dan minyak sayuran yang cukup kuat untuk mempertahankan bentuk bangunan pada temperatur ruangan.
“Anda bisa memakannya, tapi rasanya tidak akan seenak cokelat Belgia umumnya. Untuk alasan sturuktural kami memakai lemak yang berbeda dari cocoa butter yang bisa tahan dengan temperatur,” tutur Mark Adriaenssens, kepala R&D Barry Callebaut Americas.
Tim menggunakan campuran cokelat tersebut untuk membangun prototype ukuran 80 kali 80 cm pada awal tahun ini dan prototype tersebut masih diperagakan di Princeton. Ukuran asli paviiliun bisa mencapai tinggi 4,6 meter dan lebarnya 2,5 meter dan bertahan selama satu bulan. Laporan mengenai paviliun cokelat ini masih diulas di jurnal Computer-Aided Design. (dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN