Reno Andam Memasak Rendang dengan Kayu Bakar Layaknya di Kampuang

Reno Andam Memasak Rendang dengan Kayu Bakar Layaknya di Kampuang

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Kamis, 01 Agu 2013 15:17 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Bermula dari kebiasaan membuatkan rendang untuk keluarga dan bingkisan teman-temannya, ibu dua anak ini mulai menerima pesanan rendang. Untuk mempertahankan citarasa khas Minang, ia pun membuat rendang dengan cara tradisional.

Beberapa waktu lalu rendang termasuk ke dalam jajaran makanan terenak dunia versi CNNgo. Hidangan asli Sumatra Barat ini sudah akrab di lidah. Tak heran jika wanita asal Sumatera Barat yang satu ini memperkenalkan rendang khas Minang yang istimewa kepada banyak orang.

Siapa yang tak kenal dengan Rendang Uni Farah? Berbagai varian rendang khas ranah Minang tersedia. Ada rendang daging, rendang paru, rendang ayam hingga rendang vegetarian (rendang kentang dan rendang nangka). Berkat usaha sang pemiliknya yaitu Reno Andam Suri atau biasa disapa Andam, membuahkan hasil yang memuaskan dan sukses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama 'Rendang Uni Farah” diambil dari nama anak pertamanya yaitu β€œFarah”. Lokasi dapurnya berada di kawasan Ciledug, Tangerang, dan menempati rumah sewaan. Dengan setia empat orang tukang masak dan dua orang yang bertugas dalam proses packaging memasak rendang pesanan pelanggan.

Kebiasaan membuat rendang daging untuk sajian lebaran keluarganya selalu ia lakukan. Ia juga sering memberikan antaran rendang untuk kerabatnya saat bulan ramadan dan dikemas cantik dalam mangkuk atau parcel. Ketagihan dengan rasanya, membuat beberapa teman-temannya memesan rendang untuk sajian lebaran.

Lama-lama mulai banyak orang yang memesan bingkisan untuk lebaran dan akhirnya berkembang hingga menjadi sebuah usaha. Andam juga memutuskan untuk membuat usahanya semakin berkembang. Meski awalnya ia tidak tahu cara mengembangkan usahanya ini.

Untuk memenuhi pesanan rendangnya, ia juga memikirkan cara mengemas rendang agar tahan lama. Akhirnya Andam berfikir dengan membuat berbagai macam desain pembungkus, mulai dari plastik kiloan hingga menemukan kemasan plastik vakum atau kedap udara. Kemasan pembungkus ini bisa membuat rendang jadi tahan lama, mudah dibawa dan mudah disimpan.

Untuk mempopulerkan rendang pada masyarakat luas, Rendang Uni Farah mengikuti sebuah festival di kawasan Kemang. Hasilnya di luar perkiraan karena nyaris tidak ada yang membeli. Hal serupa juga dialami saat mengikuti sebuah bazar di sebuah perkantoran di kawasan Sudirman. Tapi kendala yang dialaminya justru membuat Andam semakin semangat.

Andam akhirnya memutuskan untuk membuat strategi berbeda yaitu dengan membuat brosur dan disebarkan dengan teknik marketing yang praktis. Kemudian ia juga membuat sebuah blog dan website www.rendangunifarah.com/ dengan memamerkan foto-foto aneka rendang buatannya.

Ditahun 2009, Rendang Uni Farah juga pernah mengikuti wirausaha Femina dan berhasil menjadi pemenang. Dari situ publikasi mengenai usahanya semakin berkembang. Bahkan banyak orang yang ingin mencari tahu lebih lengkap tentang rendang buatannya.

Untuk mempertahankan citarasa khas Minang, proses pembuatan rendang dilakukan secara tradisional. Rendangnya dimasak pakai kayu bakar. Ternyata proses memasak yang cukup kuno ini memudahkan dalam mengatur suhu, sehingga api bisa diatur dan panasnya merata.

β€œDimasak dengan kayu bakar lebih mudah diatur apinya, kalau pakai kompor gas apinya hanya sekian, sementara kualinya besar. Kalau pakai kayu bakar lebih fleksibel dan apinya bisa digeser.” imbuh Andam kepada Detikfood Kamis (31/7/2013).

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, biasanya rendang dimasak tiga kali dalam seminggu di luar ramadan. Sedangkan selama bulan ramadan proses memasak dilakukan setiap hari, dengan menghabiskan daging sapi bagian has luar sebanyak 10-15 kg tiap kali masak.

Usahanya yang sudah dilakukan tidak sia-sia. Kini rendang buatannya sudah dikenal di daerah-daerah di Indonesia. Meski begitu, Andam tidak berencana membuka toko atau kios dan semua rendang yang dibuatnya tetap berdasarkan pesanan agar kualitas rendangnya lebih terjaga. Ia pun menawarkan 1 kg rendang daging seharga Rp. 280.000, nah jika berminat bisa langsung menghubungi 021-7308515 atau 081310197686.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads