Penggagas Ramen Rater Ini Sudah Mencoba Lebih dari 1.100 Jenis Mie Instan

- detikFood Senin, 29 Jul 2013 09:00 WIB
Foto: Quartz
Jakarta - Rasanya semua orang menggemari mie instan, tapi tak sering mengonsumsinya karena dianggap kurang baik bagi kesehatan. Berbeda dengan Hans Lienesch. Baginya, menyantap mie instan lebih dari sekadar hobi.

Lienesch adalah penggagas The Ramen Rater, situs yang khusus mengulas berbagai jenis mie instan dari seluruh dunia. Sejak 2002, pria berusia 38 tahun ini telah mereview lebih dari 1.100 varian mie instan!

Lienesch yang tinggal di Seattle, Amerika Serikat, pertama kali mencicipi mie ramen dalam kemasan saat ia masih kecil. Ibunya memasak ramen sampai al dente, menggorengnya dengan telur, dan menyebutnya 'spaetzle'.

Kini, Lienesch beken di dunia mie instan. Sebuah koran Korea menyebutnya 'Dewa Ramen' dan sebuah stasiun TV Jepang menayangkan wawancara dengannya. Produsen dan penjual mie instan mengiriminya produk untuk direview dan mengundangnya berkeliling pabrik.

Sanjungan ini terutama datang dari negara dan produsen mie instan yang masuk daftar 10 mie instan terbaik dunia, termasuk Indonesia. Sebaliknya, negara yang tak masuk daftar seperti Cina (Taiwan dan Hong Kong) melontarkan cacian pada Lienesch.

Lienesch memang ceplas-ceplos, termasuk saat menulis daftar 10 mie instan terbawah di dunia. Padahal, pria bertubuh tambun ini tak menggunakan metode ilmiah, hanya mengandalkan lidahnya.

"Kalau saya tak suka rasanya, saya beri rating rendah. Itu saja. Terkadang saya benci melakukannya, namun saya harus jujur dengan selera saya," ujarnya kepada situs Quartz (25/07/13). Ia mengaku, beberapa pihak pernah meminta jaminan penilaian tinggi jika mereka mengirimkan produknya. Namun, Lienesch dengan tegas menolak.

Lienesch punya banyak waktu untuk mengulas mie instan karena ia tidak bekerja. Sehari-hari, ia memotret kemasan, isi, dan bagian belakang bungkus mie instan yang ia ingin coba. "Saya menghabiskan waktu sejam memakai Photoshop agar semuanya pas," katanya.

Saat mereview, ia membuat mie sesuai petunjuk yang tertera di kemasannya. "Sebelum saya menambahkan apapun, saya mencicipi kuah dan mienya," tuturnya. Kemudian, ia menjawab email, pertanyaan, dan komentar dari orang-orang terkait tulisannya.

Setelah 11 tahun Ramen Rater berdiri, Lienesch belum berencana berhenti mengulas mie instan. "Saya sangat menyukainya. Saya tidak menulis review hanya ketika saya dan istri berlibur," jelasnya.

Bagaimanapun juga, liburan itupun biasanya berhubungan dengan mie. Contohnya, saat ia berulang tahun, ia dan sang istri pergi ke Kanada. Mereka mampir ke supermarket Asia dan membawa pulang sekitar 55 varian mie berbeda!

Namun, bukan berarti Lienesch sehari-hari hanya makan mie instan. Untuk makan malam, ia hanya menyantap salad, ayam panggang, dan nasi merah. "Saya minum minyak ikan, serat, dan multivitamin dengan ekstra potassium karena bersifat melawan sodium," ujarnya.

(flo/odi)