Untuk menandai berakhirnya bulan puasa umumnya dilakukan berbagai persiapan. Seperti membuat kue kering dan menyiapkan hidangan lezat dan mewah. Baik untuk dinikmati bersama keluarga atau diberikan sebagai hantaran.
Tradisi ini pun dilakukan warga Maroko. Beberapa hari menjelang lebaran para wanita akan sibuk di dapur untuk menyiapkan kue-kue. Namun ada juga yang memilih untuk membeli kue jadi di toko kue terdekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya adalah Chicken Bastilla yang lebih terkenal dengan sebutan chicken pie. Meski tampilannya mirip seperti pie, namun rasanya cenderung gurih dan sedikit pedas. Juga bertekstur renyah karena ditambahkan topping almond panggang.
Chicken Bastilla terbuat dari satu ekor ayam besar yang dipotong-potong tanpa kulit dan lemak. Dibumbui dengan bawang putih, jahe, garam, lada putih dan hitam juga kunyit. Kemudian dicampur dengan adonan phyllo dan kuning telur dan ditambahkan sedikit air jeruk lemon.
Hidangan lainnya adalah Moroccan Tagine of Meat and Prunes. Berbahan dasar dagiang sapi atau domba dengan menggabungkan rasa manis dari plum dan harumnya jahe, kunyit, kayu manis dan lada. Moroccan Tagine of Meat and Prunes yang menjadi hidangan tradisional khas Moroko, juga sering tersaji saat acara pesta.
Satu lagi sajian khas Idul Fitri di Maroko yang tidak boleh ketinggalan yaitu Moroccan Lamb or Beef Kebabs. Aroma daging domba yang dibakar sangat menggugah selera. Biasanya disajikan dengan roti pita bersama irisan tomat.
Semua sajian istimewa ini sudah menjadi tradisi sajian lebaran warga Maroko. Selain rasanya lezat hidangan ini juga mudah dibuat. Hampir tiap rumah membuat dan menyuguhkan hidangan yang sama.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN