Tubuh Pria Ini Memar-Merah Setelah Makan Kebab Mengandung Racun Tikus

Tubuh Pria Ini Memar-Merah Setelah Makan Kebab Mengandung Racun Tikus

- detikFood
Kamis, 25 Jul 2013 18:46 WIB
Foto: Thinkstock/Rocket News
Jakarta - Acara berlibur pria ini di Beijing harus berakhir di rumah sakit. Pasalnya, setelah makan kebab dibeli di pedagang kaki lima seluruh tubuhnya langsung penuh memar. Diduga daging kebab yang dia makan mengandung daging tikus yang tercemar racun tikus!

Menurut berita yang dirilis banyak media di Beijing pada tanggal 22 Juli, seorang pria asal China Utara ini makan kebab yang dia yakini kebab reguler yang biasa. Namun, setelah mengonsumsi kebab itu, seluruh tubuhnya langsung dipenuhi memar berwarna ungu dan dia dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil diagnosa dokter setelah dilakukan pemeriksaan darah, Pria ini ternyata keracunan racun tikus. Awalnya, pria China ini sedang berlibur di Beijing bersama pacar dan orangtuanya. Sebenarnya, pria ini mempunyai kebiasaan untuk makan makanan di restoran yang terdapat di dalam hotel tempat dia menginap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan dari Rocket News (25/07/2013), entah kenapa pada tanggal 22 Juli itu dia memutuskan untuk mencoba makanan yang dijual di kaki lima. Siapa sangka karena iseng mencoba itu dia justru keracunan racun tikus setelah makan kebab beracun itu.

Dokter yang menanganinya menduga kalau pria ini makan kebab yang dagingnya dibuat dari daging yang tidak layak dikonsumsi seperti daging anjing, daging tikus, atau daging kucing. Menurutnya, daging yang digunakan untuk membuat kebab itu mungkin diracuni dengan racun tikus terlebih dahulu agar cepat mati dan bisa langsung diolah menjadi kebab.

Atau mungkin saja jika binatang misterius yang digunakan untuk membuat kebab ini tidak sengaja makan racun tikus dan mati.

Untuk menghindari kejadian serupa, dokter menyarankan publik agar berhati-hati lah jika ingin membeli makanan kaki lima. Pastikan stand makanan kaki lima tersebut bersih dan tidak terlihat tanda-tanda daging yang mencurigakan.


(flo/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads