Agar Sukses Bikin Ketupat yang Padat Lembut, Perhatikan Hal Ini!

Ulasan Khusus: Ketupat

Agar Sukses Bikin Ketupat yang Padat Lembut, Perhatikan Hal Ini!

- detikFood
Selasa, 23 Jul 2013 15:22 WIB
Agar Sukses Bikin Ketupat yang Padat Lembut, Perhatikan Hal Ini!
Foto: Thinkstock
Jakarta - Membuat ketupat sendiri dianggap merepotkan. Karena proses pembuatannya memakan waktu berjam-jam. Kalau tak teliti bisa jadi ketupat lembek atau malahan keras. Karenanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasak ketupat!

Ketupat jadi menu pengganti nasi yang nikmat disantap bersama semur, opor, ataupun soto dan sate. Tentu usaha Anda berjam-jam memasak ketupat ingin dibayar dengan ketupat yang cantik dan padat. Jangan lupa lakukan beberapa trik ini.

1. Pemilihan kulit ketupat

Foto: Thinkstock

Jangan asal membeli kulit ketupat. Pastikan kulit ketupat memiliki ukuran yang sama, agar bisa matang bersamaan. Jenis kulit yang berwarna terang, bersih dan muda dianggap lebih baik karena memberi aroma wangi yang maksimal. Pastikan juga anyamannya rapat-rapat, untuk mencegah terjadi kebocoran dan ketupat gagal.

2. Pemilihan beras

Foto: Thinkstock

Agar lebih bagus hasilnya, gunakan jenis beras pulen. Pakailah beras yang biasa Anda masak dan konsumsi sehari-hari, karena tiap jenis beras memiliki kebutuhan air yang berbeda. Dengan begitu, Andapun sudah kenal betul kadar air yang dibutuhkan, dan takaran airnya bisa pas digunakan.

3. Perhatikan air

Foto: Kaideroslan.fotopages

Sudah mendidihkan berliter-liter air dalam panci besar bukan berarti tugas Anda selesai. Karena menyerap banyak air, lama-kelamaan air akan menyusut. Karenanya, sediakan air panas atau air mendidih pada panci berbeda. Saat airnya sudah mulai berkurang, masukkan air panas kembali agar seluruh permukaan ketupat selalu terendam.

4. Perhatikan api

Foto: Thinkstock

Perhatikan juga besaran api yang dipakai saat merebus ketupat. Saat merebus air, bisa digunakan api besar agar cepat mendidih. Setelahnya, gunakan api kecil agar air tidak menguap terlalu banyak. Penggunaan api yang terlalu besar berakibat air rebusan cepat berkurang.
Halaman 2 dari 5
(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads