Ketupat dibuat dari anyaman dua helai daun kelapa muda (janur) yang dipilih terbaik. Kemudian selonsong ini diisi dengan beras dan direbus selama 4 jam hingga membentuk nasi yang pulen padat. Bentuk selongsong atau kulit ketupat juga beragam. Umumnya berbentuk segi empat atau limas.
Ketupat memang dikenal di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia disajikan saat perayaan lebaran sebagai penanda perayaan berakhirnya masa puasa. Warna putihnya melambangkan kesucian hati di bulan ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pulau Jawa pertama kali ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam ke seluruh pulau. Konon kata ketupat berasal dari bahasa Arab yaitu 'Kaffatan' memiliki arti kesempurnaan. Sedangkan segenggam beras yang jadi isiannya, menandakan kesempurnaan dan kesucian diri. Karena butir-butir beras yang terbungkus janur saling menyatu usai direbus hingga matang.
Janur yang sebagai pembungkusnya memiliki arti 'cahaya sejati'. Bentuknya yang segi empat jajaran genjang berarti 'hati yang dipenuhi cahaya sejati'. Dalam bahasa Jawa ketupat atau biasa disebut dengan 'kupat' juga memiliki makna 'mengaku salah'. Makna ini sesuai dengan makna lebaran yang identik dengan silaturahmi dan bermaaf-maafan.
Maknanya semakin sempurna jika disajikan bersama opor. Opor ayam yang jadi pelengkapnya memiliki 'ngapuro' atau 'minta maaf'. Jika digabungkan dengan makna ketupat, artinya menjadi 'mengakui keselahan dan mendahului dengan memohon maaf'.
Selain sebagai sajian hidangan lebaran, kini ketupat juga sering disajikan sebagai pelengkap gado-gado, lotek, kupat tahu, kupat glabet, coto Makassar juga soto Sokaraja. Atau enak juga disantap sebagai pelengkap sate ayam atau sate kambing.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN