Kopi ini mengandung garcinia cambogia, ekstrak dari buah tropis yang terbukti mendorong metabolisme dan menurunkan kolesterol. "Ada studi yang menunjukkan zat ini bekerja di hati dan mencegah sintesis lemak," ujar ahli endokrinologi Dr. Kenneth Gelman, seperti diberitakan News 4 Jax (16/07/13).
Ekstrak tersebut mengubah gula menjadi energi, bukan lemak. Diyakini hal ini dapat menekan nafsu makan dan mengendalikan ngidam makanan, serta mengatur hormon stres kortisol. Selain itu, Weight Loss Coffee juga mengandung yerba mate, ekstrak tanaman yang dapat mendorong energi dan membakar kalori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi konsumen, ide ini dianggap menarik dan patut dicoba oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan. Louesa Estrada, salah satu pelanggan, pun mengaku berat badannya turun 0,5 kg setelah satu minggu meminum Weight Loss Coffee. "Saya akan terus melakukannya. Rasanya enak. Saya menikmatinya," ia berkomentar.
Menurut News 4 Jax, tak ada studi ilmiah mengenai keamanan pemakaian garcinia cambogia dalam jangka panjang. Terlalu banyak mengonsumsinya malah bisa memicu gangguan pencernaan sepert mual, muntah, dan diare.
Bagaimanapun juga, sebelumnya ada beberapa riset yang menunjukkan efek penurunan berat badan karena mengonsumsi kopi. Salah satunya menyebutkan bahwa kopi dapat membakar kalori jika diminum di pagi hari. Selain itu, University of Scranton mengungkap bahwa biji kopi hijau atau kopi mentah bisa menurunkan bobot hingga tujuh kg dalam 22 minggu.
Per boks Weight Loss Coffee berisi 24 bungkus kopi dapat dibeli dengan harga $35-45 (Rp 352.000-452.000) di situs Amazon.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN