Setelah Coca-Cola, Pepsi Juga Akan Stop Pakai Pewarna Karsinogen

Setelah Coca-Cola, Pepsi Juga Akan Stop Pakai Pewarna Karsinogen

- detikFood
Selasa, 16 Jul 2013 06:26 WIB
Foto: Associated Press
Jakarta - Soda berwarna karamel seperti Pepsi dan Coca-Cola menggunakan pewarna 4-methylimidazole (4-MEI). Coca-Cola telah mengganti resepnya  setelah ada larangan dari pemerintah California. Pepsipun segera menghentikan penggunaan zat karsinogen tersebut.

Pada 2011, pemerintah California memasukkan 4-MEI ke dalam daftar karsinogen atau zat penyebab kanker. Perusahaan yang memakai zat tersebut diperintahkan untuk mengganti resepnya atau menyatakan secara jelas penggunaan 4-MEI dalam labelnya. Sejak itu, Coca-Cola dan Pepsi berjanji mengubah formula minumannya yang dijual di California.

Menurut Center for Environmental Health (CEH), sembilan dari 10 Coca-Cola yang dibeli di luar California Juni lalu mengandung sedikit atau nihil 4-MEI. Namun, kadar zat tersebut dalam Pepsi 4-8 kali lebih tinggi dibanding batasan yang ditetapkan pemerintah California.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami salut terhadap Coca-Cola. Keterlambatan Pepsi tak dapat dipahami. Kami mendesak perusahaan tersebut untuk mengambil langkah cepat," tulis direktur eksekutif CEH Michael Green, seperti diberitakan NPR (03/07/13).

Tak lama setelah temuan CEH dipublikasikan, PepsiCo mengumumkan bahwa perubahan formula pada Pepsi yang dijual di seluruh AS akan selesai pada Februari 2014. Perubahan ini juga tengah berlangsung pada minuman yang didistribusikan ke seluruh dunia.

Perwakilan Pepsi Heather Gleason menekankan bahwa perusahaannya bergerak cepat untuk memenuhi persyaratan baru di California. Ia juga mengatakan bahwa Pepsi tanpa 4-MEI sudah dijual di beberapa negara bagian.

Meski pada akhirnya Coca-Cola dan Pepsi mengubah formulanya, kedua raksasa soda ini menolak tudingan CEH bahwa 4-MEI tak aman dikonsumsi. Gleason mengatakan bahwa Food and Drug Administration AS, European Food Safety Authority and Health Kanada, serta badan lain menyatakan bahwa zat tersebut aman.

"Kami dengan tegas menyanggah pernyataan bahwa produk yang kami jual tak aman dikonsumsi. Keamanan produk kami adalah prioritas utama PepsiCo, dan kami selalu mematuhi aturan di manapun kami berbisnis," ujar Gleason.

Ia menambahkan, perubahan formula dilakukan bukan karena alasan keamanan. Seperti dilansir Huffington Post (11/07/13), Pepsi mengubahnya untuk mempertahankan rantai pasokan yang harmonis sesuai aturan California.

Ben Sheidler dari Coca-Cola mengungkapkan hal serupa. "Pewarna karamel dalam produk kami aman. Jejak 4-MEI, produk turunan dari proses produksi, dapat ditemukan di pewarna karamel yang digunakan di banyak produk. Termasuk permen, cookies, keripik kentang, bir, donat, dan beberapa minuman kami. Namun kadarnya sangat rendah," jelasnya.



(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads