Hampir sama seperti orang Indonesia, masyarakat Mesir mengawalinya iftar dengan makanan dan minuman manis. Beberapa sajian yang biasa dikonsumsi adalah keshta, kurma, buah kering, dan babbousa. Sebagai minuman mereka mengonsumsi teh dan kopi yang manis.
βIftar kami dimulai dengan makanan dan minuman manis lalu kami tunggu hingga kira-kira 15 menit untuk menaikkan gula dalam darah. Setelah itu kami baru makan hidangan utama yang berat,β tutur Khaled Mohammed Aly selaku Manajer Grand Cafe, Grand Hyatt Jakarta kepada DetikFood (12/07/2013) dalam acara promosi hidangan Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Khaled, hidangan Mesir bukanlah hidangan tersehat di dunia. Karenanya setiap berbuka puasa masyarakat Mesir selalu mengonsumsi sayuran. Sayuran disajikan dalam bentuk salad segar seperti mix green salad. Berupa tomat, bawang bombay, buah zaitun, mentimun dengan saus air jeruk lemon dan minyak zaitun.
Sementara untuk sahur, ada beberapa bahan makanan yang dihindari. βKami tidak biasa mengonsumsi hidangan laut karena tidak baik dikonsumsi saat puasa. Selain itu kami menghindari hidangan manis dan pedas,β tambah Khaled.
Untuk sahur, bahan makanan ringan yang segar membantu tubuh tetap bugar selama berpuasa. Masyarakat Mesir banyak mengonsumsi salad dan yoghurt untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari cepat haus.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN