Bekerja Sambil Ngopi di Kafe Membuat Orang Lebih Kreatif

Bekerja Sambil Ngopi di Kafe Membuat Orang Lebih Kreatif

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 24 Jun 2013 12:38 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemandangan orang bekerja dengan laptop di kedai kopi kini semakin lumrah. Mereka mencari suasana baru dengan keluar kantor sambil ngopi dan memanfaatkan akses internet gratis. Konon, hal ini membuat ide mengalir dengan lancar.

Ternyata benar. Menurut penelitian di Journal of Consumer Research, tingkat kebisingan 70 desibel dapat meningkatkan performa kerja dibanding suasana yang lebih tenang seperti 50 desibel. Tingkat kebisingan 70 desibel biasanya ditemui di kedai kopi atau ruang tamu dengan TV menyala.

Tingkat kebisingan yang lebih tinggi seperti yang dihasilkan blender atau pembuangan sampah (sekitar 85 desibel) dianggap terlalu mengganggu. Temuan ini didapat peneliti dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dengan mengeksposkan berbagai tingkat kebisingan kepada peserta riset yang sedang brainstorming untuk produk baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ketua peneliti Ravi Mehta, suasana senyap cenderung menajamkan fokus, sehingga dapat mencegah Anda berpikir abstrak. Sementara itu, tingkat kebisingan sedang dapat sedikit mengganggu orang sehingga mereka bisa berpikir dengan lebih luas. "Membantu Anda berpikir out of the box," ujar Ravi, seperti dilansir New York Times (21/06/13).

Bagaimanapun juga, tingkat kebisingan menengah hanya cocok untuk tugas-tugas kreatif. Pekerjaan yang memerlukan perhatian terhadap hal-hal kecil seperti proofreading atau menghitung pajak lebih baik dilakukan di lingkungan yang tenang.

Penelitian ini menginspirasi lahirnya Coffitivity, situs yang membawa suara khas kedai kopi ke laptop atau komputer Anda tanpa perlu mampir ke kafe. Suara mesin espresso dan orang-orang mengobrol dapat diputar gratis, membantu kita lebih berkonsentrasi saat bekerja.

Sejak dimulai pada 4 Maret, pengunjung situs ini semakin tinggi. Kebanyakan penggunanya berasal dari Seoul, Korea Selatan; New York City, AS; London, Inggris; Los Angeles, AS; dan Chicago, AS. Kini para pencipta Coffitivity sedang membuat aplikasinya dan menambahkan suara kedai kopi khas negara-negara tertentu.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads