Agar Lebih Mendunia, Teh China Perlu Gencar Dipromosikan

- detikFood Senin, 03 Jun 2013 06:51 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Teh merupakan minuman nasional China. Para ahli teh percaya bahwa kebiasaan minum teh akan terjadi di seluruh dunia. Karena itulah China yang memproduksi banyak daun teh harus lebih gencar melakukan promosi.

Pada acara International Tea Committee, yang berlangsung di Pu'er, Yunnan, China selama akhir pekan ini, para ahli teh dunia berkumpul. Kali ini mereka membahas kepopuleran teh di manca negara. Mereka juga yakin jika nantinya teh akan diminum lebih banyak orang di dunia.

China merupakan negara peminum teh terbanyak. Hal ini dapat ditunjukkan oleh angka produksi yang tinggi. Selama lima tahun terakhir produksi daun teh Camellia Sinensis untuk Chinese tea lebih banyak sekitar 10 persen dibandingkan jenis teh lainnya yang hanya bisa diproduksi sekitar tiga persen saja.

Namun penjualan teh tertinggi ditahun ini adalah Pu'er tea. Harganya hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Chinese tea. Harga Pu'er tea meningkat tajam karena selama empat tahun berturut-turut perkebunan teh Pu'er mengalami kekeringan. Meskipun berasal dari China, teh Pu'er juga sedikit dikenal di Amerika Serikat dan Kanada.

Menurut Shen Peiping, wakil Gubernur Yunnan sekaligus Presiden Chinese Pu'er Tea Research Institute mengatakan bahwa, daun teh dari Inggris, Jepang dan India jauh lebih populer di pasar internasional. Harganya pun sembilan kali lebih mahal dari harga teh Chinese.

“Harga penjualan teh yang mahal ini bukan disebabkan oleh kualitas, tetapi karena merek dan pemasaran.” ungkap Louise Roberge, selaku Presiden Tea Association of Canada, seperti dilansir China Daily (28/5/2013).

Roberge yang berkali-kali datang ke China sejak tahun 1985, justru menyukai cara menyeduh teh di restoran lokal di China, menurutnya teh diracik dengan cara yang elegan.

Agar teh China lebih dikenal oleh masyarakat luas, Roberge juga menyarankan untuk membuat materi promosi yang lebih bagus, agar konsumen di negara lainnya seperti Prancis dan Inggris lebih tertarik pada teh China.



(dyh/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com