Namanya Aaron Craze. Pria Inggris berusia 35 tahun ini dikenal sebagai pembawa acara 'Rude Boy Food'. Gaya memasaknya khas, bebas, dan semakin menguatkan kesan 'berandalan'nya. Namun, di rumah, ia adalah seorang ayah yang sangat mencintai kedua putrinya, yakni Lea (12) dan Molly (9).
"Anak adalah inspirasi saya," ujar Craze saat ditemui Detikfood di konferensi pers 'Aaron Craze: Rude Boy Cooks', Rabu (29/05/13). Ia mengaku, sebagai ayah dari dua anak perempuan, perannya sangat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Craze tak punya keterampilan memasak. Namun, setelah mendapat pelatihan dari Jamie Oliver, bakat alami Craze muncul. Rupanya talenta ini menurun ke anak sulungnya, Lea.
Karena sering ditinggal ayahnya bekerja, Lea sering memasak di rumah. Pada umur 10 tahun, sepulang sekolah ia membuat pasta segar. Iapun sudah bisa membuat sup ayam dan mie serta beberapa makanan yang ia pelajari dari buku resep.
"Lea tumbuh dengan cepat. Ia bisa memasak sendiri seperti tanpa berpikir. Berbeda dengan adiknya, Molly, yang pemalas dan kerjanya cuma makan mie," kata Craze sambil tertawa kecil. Mengetahui ayahnya mampir ke Asia, Mollypun meminta oleh-oleh mie.
Selain menggemari mie, Molly juga suka bermain bola. "Kalau disuruh mengupas bawang putih, ia sering berpura-pura sakit. Disuruh istirahat, ia malah bermain bola. Siapa tahu suatu hari akan ada 'Rude Girl Food'," canda Craze.
Craze sendiri mengaku tak pernah memaksa buah hatinya menjadi apapun. "Saya mendukung apapun kemauan mereka," ucap Craze. Bagaimanapun juga, menurut Craze, keterampilan memasak penting bagi anak. "Banyak anak yang mengandalkan take away," katanya.
Lea dan Mollypun tak kalah bangga dengan ayahnya. "Mereka sangat mendorong saya. Di sekolah mereka suka pamer dengan mengatakan 'ayah saya celebrity chef tahu'," Craze mengenang sambil tersenyum. Craze sendiri cukup terkenal di kalangan anak-anak di Inggris karena ia membawakan acara anak-anak di televisi.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN