Makin Marak Pemalsuan Scotch di Bar dan Restoran Amerika Serikat

Makin Marak Pemalsuan Scotch di Bar dan Restoran Amerika Serikat

- detikFood
Senin, 27 Mei 2013 16:45 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kasus pemalsuan scotch di beberapa restoran dan bar di Amerika Serikat makin banyak terjadi. Pemalsuan berupa alkohol obat yang dan dicampurkan pewarna karamel hingga botol scotch premium yang ditambahkan air tidak bersih makin mengkhawatirkan.

Berita terbaru ini dinyatakan oleh petugas kepolisian New Jersey setelah melakukan investigasi selama bertahun-tahun lewat Operation Swill.

β€œOperasi ini tercipta setelah pemerintahan menerima banyak keluhan minuman salah pelabelan,” tutur Michael Halfacre selaku direktur Division of Alcoholic Beverage Control kepada Associated Press (27/05/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang informan yang mempunyai pengetahuan mengenai industri minuman alkohol direkrut oleh agensi untuk membantu investigasi. Pada bulan Januari dan Februari, investigator pergi ke 63 bar dan restoran yang dicurigai menyajikan minuman alkohol palsu pada para pelanggan.

Sekitar 29 bar dan restoran New Jersey termasuk 13 restoran TGI Fridays dicurigai mengganti produk mereka dengan minuman keras murahan. Termasuk scotch premium yang ditambahkan air, lalu dijual dengan harga mahal. Sebagai bagian operasi, investigator mengumpulkan 1.000 botol vodka, gin, rum, scotch, whiskey, dan tequilla dari gudang bar.

β€œSkema tuduhan ini adalah langkah licik untuk meningkatkan keuntungan. Hal ini merupakan tamparan keras untuk para pelanggan,” tutur Attorney General Jeffrey Chiesa kepada Associated Press (27/05/2013).

Dalam tujuh hari, instansi harus menyerahkan catatan penjualan untuk membantu petugas menentukan berapa banyak pengunjung yang membayar minuman terlalu mahal dan harga yang ditetapkan. Mereka juga harus menginformasikan pada para petugas, pegawai yang bekerja pada hari sampel tersebut diambil awal tahun ini.

Dari 150 sampel scotch yang dikumpulkan, 30 di antaranya bukanlah merek sebenarnya. Petugas pemerintah tidak menginformasikan mana bar dan restoran yang menggunakan alkohol obat atau yang menambahkan whisky dengan air. Sejauh ini tidak ada keluhan kesehatan dari pengunjung.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads