Pembuatan Greek Yogurt Sebabkan Masalah Polusi di Dunia

Pembuatan Greek Yogurt Sebabkan Masalah Polusi di Dunia

- detikFood
Jumat, 24 Mei 2013 16:03 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Yogurt telah lama populer sebagai makanan sehat. Terbuat dari susu yang telah difermentasi dan ditambahkan bakteri baik, yogurt terbukti menyehatkan. Kandungan probiotik di dalamnya baik untuk proses pencernaan.

Hampir 28 persen masyarakat Amerika menjadikan yogurt sebagai menu harian. Jenis yogurt yang banyak dikonsumsi ialah greek yogurt. Dibanding yogurt biasa, kandungan karbohidrat dan sodium greek yogurt lebih sedikit.

Tekstur greek yogurt pun lebih kental karena proses penyaringan hingga tiga kali untuk menghilangkan whey yaitu cairan yang tersisa dalam pembuatan yogurt.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, industri greek yogurt di Amerika menghasilkan 2 juta dollar per tahun. Sayangnya, perkembangan industri greek yogurt dibarengi dengan permasalahan limbah yang dihasilkan dari proses pembuatannya.

Untuk setiap 118 ml susu yang digunakan dalam pembuatan greek yogurt, hanya 29 ml susu yang menjadi yogurt creamy yang bisa dimakan. Sisanya, berubah menjadi whey asam yang menyebabkan masalah polusi berkembang pesat.

Menurut laporan yang dipublikasikan Modern Farmer (23/05/2013), pembuangan whey asam ke tanah merupakan tindakan ilegal. Jika dituangkan ke saluran air atau selokan, whey asam bisa menguras kadar oksigen air, sehingga membunuh ribuan ikan.

Hingga saat ini, perusahaan yogurt di New York masih mencari cara tepat untuk membuang limbah ini. Seorang pembuat greek yogurt berujar dalam acara Yogurt Summit di New York, β€œJika kita bisa mengetahui bagaimana menangani whey asam, kita akan menjadi pahlawan.”

Tahun 2008, Minerva Cheese Factory membayar lebih dari Rp 58 juta karena menumpahkan whey asam ke Sandy Creek, Ohio. Kejadian ini membuat kadar oksigen habis, hingga menyebabkan 5.400 ikan mati.

Produsen yogurt Chobani di New York begitu putus asa menyingkirkan whey asam. Mereka pun membayar petani untuk mengambil whey asam dengan tangan. Para ilmuwan di Center for Dairy Research, Universitas Wisconsin telah menghabiskan hampir satu tahun untuk mencari tahu bagaimana membuat whey asam yang bisa dimanfaatkan kembali.

Ahli teknologi pangan, Dean Sommer mengatakan, β€œKonsep ini semacam penyulingan minyak. Dari minyak mentah, Anda mendapat gas, diesel, dan produk lainnya. Kami berusaha mencari tahu cara mengolah whey asam ini.”

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads