Pemakaian Pemanis Buatan Harus Dicantumkan Pada Kemasan Susu

- detikFood Rabu, 22 Mei 2013 16:18 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Persaingan bisnis dalam industri makanan sering membuat produk jadi tak berkualitas. Meski rasanya jadi lebih enak namun penggunaan bahan tambahan ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Seperti pemakaian pemanis buatan pada produk susu.

Sekelompok ahli gizi di Amerika mengatakan bahwa susu cokelat sangat baik dikonsumsi, namun tidak perlu menambahkan Aspartam. Susu cokelat yang mengandung aspartam ini bukanlah pilihan minuman yang sehat untuk anak-anak.

The Academy of Nutrition and Dietetics mendesak FDA untuk memberikan aturan baru mengenai pencantuman pemanis buatan pada label kemasan susu. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih akurat pada konsumen.

Konsumsi susu di sekolah-sekolah di Amerika sedang ditingkatkan. Kebanyakan siswanya lebih memilih susu cokelat dan strawberry karena rasanya yang manis. Dua varian susu inipun sangat digemari anak-anak dibandingkan dengan air putih.

Sayangnya rasa manis pada susu cokelat dan strawberry sering berasal dari pemanis buatan, yang tentunya dapat merusak kualitas susu. Untungnya ada beberapa pelaku industri makanan yang sadar akan hal ini dan mengajukan perubahan standar jenis pemanis yang aman digunakan. Seperti stevia, dibuat dari semacam bunga matahari atau disebut juga dengan herbal sweetener.

Seperti yang dikabarkan NPR (21/5/2013), para pelaku industri susu juga membuat permohonan pada pemerintah guna membantu mengurangi angka obesitas. Meskipun susu bukanlah penyebab utama meningkatnya asupan gula pada anak.

Anak usia sekolah cenderung menyukai susu dengan varian cokelat dan strawberry, untuk memenuhi keburuhan gizi mereka. Namun, bukan berarti mereka harus mendapatkan asupan gula tambahan, lemak dan kalori.

(dyh/odi)