Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, menemukan adanya kandungan arsenik dalam sampel ayam yang dibeli di toko kelontong dari 10 kota di Amerika Serikat. Arsenik yang diketahui sebagai logam berbahaya dan beracun ini akan berdampak buruk jika dikonsumsi manusia.
Konon obat berbasis arsenik ini digunakan sebagai pencegah infeksi parasit dalam produk ayam dan kalkun. Obat tersebut dinamakan dengan Roxarsone ditemukan saat pengujian sampel ayam tahun 2010 dan awal tahun 2011. Tapi pada bulan Juni 2011, obat ini ditarik dari pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bermiliar-miliar arsenik anorganik terkandung di dalam daging ayam atau sekitar 2,3 ppb, yang juga diketahui mengandung Roxarsone. Sebagai pembanding, daging ayam yang tidak mengandung Roxarsone mengandung 0,8 ppb arsenik anorganik saja. Tentulah jumlah ini dua kali lipat lebih sedikit.
Jumlah kandungan arsenik ini masih dianggap rendah dari yang ditetapkan oleh FDA, mencapai 500 ppb. Sedangkan pada 25 sampel ayam organik yang telah diuji tidak ditemukan adanya obat Roxarsone atau obat yang berbasis arsenik.
Sebagai pengganti obat Roxarsone, yang digunakan untuk mencegah parasit, para produsenpun bisa beralih pada obat ionophores bisa juga Nitarsone yang masih dipasarkan. Obat Nitarsone ini umum digunakan pada kalkun. Meskipun diperbolehkan oleh FDA, namun tak ada satupun dari pihaknya yang memberikan keterangan mengenai manfaat obat Nitarsone.
The National Turkey Federation angkat bicara mengenai penggunaan obat arsenik ini. Menurutnya, Nitarsone digunakan untuk kalkun agar bobotnya makin bertambah dan mencegah parasit pada kulit kalkun.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN