Demi Bisa Makan Bento Lezat, Pria Ini Rela Serahkan Diri ke Polisi

Demi Bisa Makan Bento Lezat, Pria Ini Rela Serahkan Diri ke Polisi

- detikFood
Senin, 20 Mei 2013 13:42 WIB
Foto: Rocket News 24
Jakarta - Kawasan Hyogo di Jepang terkenal dengan kelezatan hidangannya. Selain menjadi tempat asal kobe beef, kawasan ini juga terkenal dengan masakan Prancis dan Cina yang lezat. Sampai-sampai makanan lezatnya jadi alasan pelaku kriminal untuk menyerahkan diri ke polisi.

Pada tanggal 12 Mei lalu, polisi di Nagata Ward Precinct, Kobe memasukkan seorang tersangka pencuri ke tahanan. Pria pengangguran berusia 32 tahun ini menyerahkan diri sambil berujar β€œSaya ingin makanan lezat yang disediakan Nagata Precinct dalam tahanan.”

Pria ini sebenarnya telah menyerahkan diri ke polisi tanggal 11 Mei, pukul 11.40. Ia berharap bisa diproses pada saat jam makan siang. Sayangnya, proses penangkapannya baru resmi dilakukan pada keesokan harinya. Ia ditahan atas dugaan pencurian dompet yang berisi 8.000 yen dari tempat parkir di kawasan Satoyama-cho, Kobe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang disajikan di kantor polisi Jepang disebut Kamben, yang merupakan gabungan kata β€˜petugas polisi dan β€˜bento’ dalam bahasa Jepang. Kamben juga berarti, kotak makan.

Kantor polisi di Nagata tidak menyiapkan kamben sendiri, melainkan dengan memesan kamben dari restoran bento terdekat. Isi dari bento tersebut tidak terlalu berbeda dengan bento lain di Jepang.

Didalam bento terdapat nasi, salmon panggang, pangsit, telur, sayuran tumis, dan acar. Di sisi lain, kamben yang disediakan kantor polisi lain biasanya terasa hambar dan sama sekali tidak menggugah selera.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Hyogo. Pada tahun 2009, di kota Akashi, polisi menangkap seorang pria yang menolak membayar minuman yang dipesannya. Pria pengangguran ini juga telah ditangkap tahun sebelumnya.

Ia berharap ditangkap kembali, agar bisa merasakan kamben yang lezat dalam tahanan. Sayangnya, penjara di kota Akashi sudah memenuhi kapasitas, sehingga pria tersebut dipindah ke penjara di kota Awaji.

Hingga kini, tidak ada lagi laporan tentang pria yang sengaja menyerahkan diri untuk ditangkap polisi. Dari hal ini mungkin bisa disimpulkan, kamben di kota Awaji tidak seenak kamben di kota Akashi.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads