Cold Stone merupakan jaringan gerai es krim asal Arizona, Amerika Serikat, yang sukses di Jepang. Cabangnya menyebar dari Hokkaido di utara hingga Kyushu di selatan. Hampir selalu terdapat antrean panjang di gerainya. Karena itulah, Cold Stone selalu membutuhkan pegawai paruh waktu.
Pegawai paruh waktunyapun tak hanya bertugas menyendokkan es krim ke mangkuk. Di Cold Stone, mereka harus bisa menghibur pelanggan yang lelah mengantre dengan bernyanyi. Kemampuan ini sudah diuji sejak proses wawancara selama tiga jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti sampai di situ. Setiap pelamar dikumpulkan ke dalam grup berisi 10 orang lalu diminta membuat cerita. "Cerita tersebut harus berisi lagu, dan setelah selesai kita harus mempresentasikannya ke tim lain," ujar komentator lainnya di internet.
Bagi sebagian orang, proses seleksi yang lebih mirip audisi ini terasa mengganggu. Namun, sebagian orang lain justru melamar ke Cold Stone karena proses wawancaranya yang unik. Contohnya, seorang pelamar wanita mengaku karena sudah belajar menari sejak kecil, ia jadi ingin bekerja di Cold Stone.
Bagaimanapun juga, kandidat tak hanya dilihat berdasarkan kemampuan menyanyinya saja. Pewawancara mengatakan bahwa hal utama yang mereka analisis adalah teamwork, inisiatif, kemampuan mengekspresikan diri, serta kecakapan bergaul dengan orang lain.
Proses seleksi unik ini merupakan andil Presiden Cold Stone Jepang, Kazuhiro Ishihara. "Kami berada di bisnis hiburan. Dari awal, kami menggelar interview seperti audisi. Kami bahkan tak meminta resume tertulis. Proses seleksi kami membuat kami tahu seperti apa dalamnya para pelamar," jelasnya.
Bahkan, mereka yang tak lolos proses wawancarapun jadi tak begitu sedih setelah dikirimi pernyataan tertulis beserta kupon es krim gratis. Menurut Cold Stone Jepang, inilah cara mereka berterima kasih pada para pelamar karena sudah menyukai perusahaan ini sehingga mau bekerja di dalamnya.
Tak heran, pegawai Cold Stone Jepang merasakan solidaritas yang kuat di antara sesama pekerja. Seluruh staf, termasuk bos, dianggap satu keluarga besar. Setiap tahunnyapun diselenggarakan kompetisi untuk menentukan cabang Cold Stone Jepang terbaik. Kegiatan ini akan menguatkan ikatan antar karyawan suatu cabang karena mereka bekerjasama mengalahkan cabang lain.
Berbeda dengan restoran yang menyajikan makanan utama, ada kalanya tak banyak pelanggan yang datang ke Cold Stone. Di waktu senggang ini, para stafnya mengambil melodi lagu yang pernah mereka nyanyikan dan memikirkan lirik baru untuk dikombinasikan. Kedengarannya menyenangkan ya?
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN