Asupan kafein berlebih bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama untuk anak-anak. Karenaya sejumlah negara memberikan batasan konsumsi kafein. Seperti di Swedia, yang telah melarang penjualan minuman berenergi untuk anak di bawah 15 tahun.
Mungkin peraturan ini juga akan diberlakukan di Amerika. Namun masih belum pasti kapan akan mulai diberlakukan batasan konsumsi kafein berdasarkan usia. Hal inipun diakui oleh Michael Taylor, selaku wakil komisaris Food and Drug Administration pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diberitakan sebelumnya, FDA pernah menyetujui penambahan kafein untuk produk Cola di tahun 1950. Tidak lama setelah itu banyak produk makanan dan minuman yang menambahkan kafein pada produknya. Kebanyakan penambahan kafein ini digunakan untuk minuman berenergi dan permen karet.
Di tahun 2005 hingga 2011, catatan kesehatan masyarakat mengenai dampak negatif konsumsi kafein yang meningkat hingga puluhan kali lipat. Laporan ini tercatat langsung oleh Mental Health Services Administration dari laporan berbagai rumah sakit terkait banyak orang yang masuk Unit Gawat Darurat akibat kebanyakan konsumsi minuman berenergi.
Menurut Taylor, FDA mulai memusatkan perhatiannya pada minuman berenergi yang menambahkan kafein dan banyak dipasarkan untuk anak remaja. Selain minuman berenergi, FDA juga mengawasi produk makanan seperti wafel dan sirup yang cenderung ditambahkan kafein.
Sementara itu FDA pun telah menetapkan batas konsumsi kafein dalam sehari, yaitu sekitar 400 mg kafein untuk dewasa. Namun FDA belum menetapkan batas konsumsi kafein untuk anak-anak. Padahal konsumsi kafein secara berlebih bisa menghambat stimulasi otak anak-anak dan remaja.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN