Tidak peduli betapa laparnya perut, saat ini banyak orang harus memotret makanan mereka terlebih dahulu dan mengunggahnya ke sosial media sebelum disantap. Menurut Dr. Valerie Taylor selaku Mental Health Chairman Canadian Obesity Network orang-orang yang melakukan foodstagram kemungkinan besar mempunyai masalah kesehatan cukup serius.
Banyak gambar makanan yang diunggah mencerminkan betapa makanan mempunyai peran signifikan dalam kehidupan seseorang. βAnda tidak mengambil gambar dengan siapa Anda makan, tapi makanan yang Anda makan,β tutur Dr. Valerie kepada CBC News di pertemuan Canadian Obesity Summit pada Rabu (01/05/2013) di Vancouver, Kanada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Valerie yang juga seorang Associate Professor di University of Toronto menyatakan masyarakat tidak hanya mengonsumsi makanan karena asupan nutrisinya. Penelitian menunjukkan makanan mempunyai peranan psikologis dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab obesitas saat ini.
Tidak hanya untuk kesehatan, kegiatan foodstagram telah lama menjadi pro dan kontra sosial. Sebuah restoran bernama Comodo di New York, Amerika Serikat memilih untuk menggunakan kompilasi foto hidangan yang diunggah di Instagram sebagai buku menu.
Sementara beberapa restoran besar di Amerika Serikat mulai memberlakukan peraturan tegas tidak boleh memotret hidangan yang sudah tersaji. Salah satu restoran yang melarang foodstagram adalah Chef's Table di Brooklyn Fare menilai kegiatan tersebut tidak sopan dan mengganggu ketenangan makan.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN