Seberapa Mahal Bersantap di Restoran Terbaik di Dunia?

Seberapa Mahal Bersantap di Restoran Terbaik di Dunia?

- detikFood
Senin, 06 Mei 2013 09:26 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Maukah Anda membayar Rp 1,8 juta per orang untuk sekali makan? Meski mahal, Anda akan mendapatkan hidangan dan pelayanan prima dari restoran terbaik di dunia saat ini, El Celler De Can Roca.

Ternyata, walaupun berada di urutan teratas, restoran Spanyol ini bukanlah yang termahal.

Daftar World's 50 Best Restaurant 2013 belum lama ini dirilis. El Celler De Can Roca yang tahun lalu berada di posisi runner up kini menduduki posisi teratas daftar restoran terbaik di dunia. Di bawahnya berturut-turut ada Noma yang tahun lalu menjadi juara, serta Osteria Francescana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk bersantap di Noma, Anda perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 1,65 juta per orang. Sementara itu, Osteria Francescana menawarkan harga sekitar Rp 1,9 juta per orang untuk sekali makan. Angka-angka tersebut berdasarkan data yang disusun Reuters (02/05/13).

Namun, restoran termahal di daftar World's 50 Best Restaurant 2013 tak berada di peringkat tiga teratas. Per Se (peringkat 11), Le Calandre (peringkat 27), and The Fat Duck (peringkat 33) bersaing menjadi yang termahal dengan mengenakan biaya sebesar Rp 3 juta per kepala sekali bersantap.

Meski demikian, tak semua restoran terbaik di dunia menerapkan harga jutaan rupiah. Sajian di Nahm (peringkat 32), misalnya, sudah bisa dinikmati dengan membayar Rp 560.000 per orang. Sedikit di atasnya ada Le Chateaubriand (peringkat 18) dan Biko (peringkat 31) dengan biaya sekitar Rp 730.000 per orang.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa tak ada kaitan antara harga dengan kualitas. Bagaimanapun juga, tak sedikit restoran di daftar World's 50 Best Restaurant 2013 yang sulit dicari informasi harganya. Restoran-restoran tersebut berada di Brazil, Peru, Meksiko, Singapura, dan dataran China.

"Pada akhirnya, restoran-restoran terbaik dunia melayani kaum elit global yang mampu menghabiskan ribuan dollar untuk sekali makan," tulis Adam Pasick dari situs Quartz (30/04/13).

Pasick berpendapat, restoran elit merupakan tanda kemampuan sebuah negara melayani orang-orang kaya. "Terdapat peningkatan jumlah pengusaha di negara-negara berkembang yang memiliki nafsu makan besar dan selera akan hal-hal termewah di hidup ini," tambahnya.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads