Kalkun Ternyata Juga Disuntik Antibiotik

Kalkun Ternyata Juga Disuntik Antibiotik

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Kamis, 02 Mei 2013 18:27 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menyuntikkan antibiotik maupun air pada hewan ternak kerap dilakukan. Tujuannya untuk membuat hewan ternak jadi lebih sehat dan gemuk. Termasuk kalkun yang banyak dikonsumsi oleh orang Amerika.

Sejumlah kelompok konsumen di Amerika sedang menekan para produsen hewan ternak terkait pemberian antibiotik untuk hewan untuk mencegah terserang penyakit. Hingga saat ini diketahui sudah ada dua laporan baru dari kelompok masyarakat terkait masalah ini. Mereka mengkhawatirkan penggunaan antibiotik ini bisa membuat tubuh jadi kelebihan dosis.

Seperti dilansir NPR (1/5/2013), laporan ini merupakan sabagai bentuk protes para konsumen terhadap penggunaan antibiotik pada ternak yang cenderung kebal terhadap bakteri. Karena laporan ini juga para ilmuan telah menguji 257 sampel daging kalkun mentah yang didapatkan dari pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penelitian ini bisa disimpulkan bahwa daging kalkun organik tanpa antibiotik cenderung dapat terserang bakteri dibandingkan daging kalkun yang diberi antibiotik. Meskipun begitu penggunaan antibiotik pada ternak tetaplah berbahaya, apalagi jika dikonsumsi tidak untuk membunuh bakteri, maka bisa disebut dengan toleransi obat atau kelebihan dosis seperti yang dikhawatirkan kelompok konsumen.

Menurut data terbaru dari FDA, sekitar 13,5 juta kilogram antibiotik dibeli setiap tahunnya untuk disuntikkan pada hewan ternak. Jumlah ini diyakini lebih banyak sekitar empat kali lipat dari apa yang dianjurkan oleh dokter pada manusia.

Sayangnya laporan dari kelompok masyarakat ini diabaikan, karena di dalam lembar laporan tidak menjabarkan secara rinci berapa jumlah korban akibat penggunaan antibiotik pada ternak.

Masalah ini membuat National Turkey Federation angkat bicara. Mereka percaya jika produsen menggunakan antibiotik pada hewan ternaknya untuk menjaga kesehatan hewan ternaknya. Namun mereka meyakini jika jenis antibiotik yang digunakan pada kalkun berbeda dengan antibiotik yang diberikan pada manusia.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads