Bakso buatan industri berskala besar mudah didapat. Mulai dari pasar tradisional, pasar modern, sampai restoran. Namun, bakso buatan industri rumahan tetap yang paling sedap. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Indonesia punya alasannya.
Menurut Ketua APMISO Trisetyo Budiman, enak tidaknya bakso ditentukan oleh kemurnian daging sapi yang digunakan. Untuk bakso, biasanya digunakan daging sapi secondary cut, seperti topside, knuckle, dan rump. Bahkan, adapula yang menggunakan daging primary cut seperti cube roll atau tenderloin.
Tentu, harga bahan bakunya tak murah. Apalagi daging yang baik untuk bahan bakso adalah daging minim lemak. Selain itu, komposisi bakso yang benar adalah lebih banyak daging daripada tepungnya. “8-10 kg daging paling banyak mestinya sagunya 4-5 ons, setengah kilo,” ujar Tri saat ditemui Detikfood di kantor APMISO (29/04/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri yakin industri rumahan nantinya bisa setara dengan perusahaan-perusahaan bermerek. “Sangat memungkinkan, karena dari sisi rasa (industri rumahan) menang,” ucapnya optimis. Bagaimanapun juga, Tri mengakui usaha kecil masih kalah dalam faktor lain.
Contohnya adalah ketidaktahuan akan lokasi usaha yang bagus karena tidak punya akses informasi. “Kalau yang branded diam saja sudah didatangi, diemail, di-BBM,” katanya. Iapun menyayangkan, porsi 20% untuk UKM di mal-mal kini hanya wacana. “Pembuat kebijakan seharusnya bisa mendorong, memberikan dukungan agar UKM naik kelas,” lanjutnya.
Tri sendiri memiliki usaha Bakso Ino yang telah tersebar di Jakarta dan luar kota. Sebagian besar bakso buatan industri rumahannya dijual di gerai-gerai Bakso Ino. Namun, adapula yang dijual mentah secara eceran.
Di Jakarta, merek bakso industri rumahan yang cukup populer di pasar tradisional adalah Monalisa. Di Bandung, ada Bakso Taruna dan Bakso Cihampelas. Pasar modern yang menyasar kelas menengah biasanya diisi dengan nama-nama seperti Bakso Kusno dan Bakso Kebon Jeruk, yang menurut Tri tergolong industri berskala besar.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN