Inikah Cokelat Batangan Pertama Paling Eksklusif di Dunia?

Inikah Cokelat Batangan Pertama Paling Eksklusif di Dunia?

Fitria Rahmadianti - detikFood
Rabu, 24 Apr 2013 16:25 WIB
Foto: Hotel Chocolat
Jakarta -

Dalam sebatang cokelat umumnya hanya ada informasi mengenai jenis cokelat dan kandungan kakaonya. Namun, cokelat eksklusif ini dilabeli seperti wine. Konsumen dapat mengetahui tahun panennya sampai berapa lama waktu memanggang biji cokelatnya.

Hotel Chocolat, produsen sekaligus penjual cokelat di Inggris, akan meluncurkan cokelat batangan yang disebut-sebut paling eksklusif di dunia. Di labelnya tertulis tahun panen, suhu dan waktu roasting, serta durasi proses pemurnian cokelat. Tercantum pula nama ahli cokelat yang bertanggung jawab dalam proses produksi tersebut.

Hotel Chocolat merupakan satu-satunya perusahaan di Inggris yang menanam pohon kakao di kebunnya sendiri, yakni Rabot Estate di Saint Lucia. Seperti wine, kopi, atau teh premium, cokelat yang dihasilkan dari kebun ini dilabeli single estate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Hotel Chocolat membuat 'Saint Lucia, Rabot Estate - Single CΓ΄te, Marcial, 70% Dark'-nya semakin eksklusif dengan mengambil biji cokelatnya dari single cote (bagian lebih kecil di dalam estate). Menurut website resmi Hotel Chocolat, bisa jadi cokelat dari single cote adalah yang pertama di dunia.

Angus Thirwell, CEO Hotel Chocolat, selalu menekankan bahwa wilayah tanam kakao, teknik fermentasi, dan jenis tanaman itu sendiri berpengaruh besar pada citarasa cokelat. Biji cokelat yang diperoleh dari Rabot Estate berjenis Trinitarios yang dikenal menghasilkan cokelat mewah.

'Saint Lucia, Rabot Estate - Single CΓ΄te, Marcial, 70% Dark' diklaim memiliki jejak rasa wine shiraz, oak antik, kakao panggang, dan plum berbumbu yang direbus perlahan. Per kemasan 70 gramnya dijual di gerai-gerai Hotel Chocolat dengan harga Β£7 (Rp 104.000).

Menurut situs The Telegraph (18/04/13), produsen cokelat mulai beramai-ramai mengarahkan perhatian ke asal biji cokelat dan titik kekuatan cokelat mereka. Tujuannya adalah membawa cokelat premium seperti wine mewah.

Dengan cara ini, produsen mendorong konsumen mengembangkan pengetahuannya agar mereka siap mengeluarkan uang lebih untuk mencicipi cokelat terbaik. Produk eksklusif seperti ini sering menghasilkan margin keuntungan yang sehat.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads