Wanita Ini Jalani Diet Khusus Karena Sering Makan Sambil Tidur

Wanita Ini Jalani Diet Khusus Karena Sering Makan Sambil Tidur

- detikFood
Rabu, 24 Apr 2013 14:39 WIB
Foto: Mirror
Jakarta - Ngemil tengah malam sangat tidak dianjurkan karena bisa memicu kenaikan berat badan. Tapi, bagi seorang wanita di Inggris, kebiasaan buruk ini tidak bisa dihindari. Karena sindrom langka yang dideritanya, ia mengkonsumsi makanan jumlah besar dalam keadaan tidur!

Lesley Cusack (55), seorang wanita dari Warringto, Chesire, Inggris harus melakukan diet ketat selama siang hari karena saat malam dalam kondisi tidur ia tidak bisa mengontrol apa yang akan ia makan. Dilaporkan, setiap malam ia bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar mencapai 2.500 kalori.

Ibu dari tiga anak ini mengidap sebuah sindrom tidur langka bernama nocturnal sleep-related eating disorder. Sindrom ini dideskripsikan seseorang yang mengonsumsi makanan sambil tertidur. Tidak akan ingat apa yang terjadi dan apa saja yang sudah dikonsumsi saat terbangun keesokan harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ia mengidap penyakit ini, ia mengakui sering mengonsumsi bacon goreng, puding, bahkan tidak sengaja memakan cat. “Saya bisa melihat apa yang saya makan saat keesokan harinya,” tutur Lesley kepada The Sun (24/04/2013),

Terkadang saat pagi, ia menyadari sudah mengonsumsi hidangan sup karena noda di celanannya atau masih memegang mangkuk sup. Kondisinya ini juga dikatakan membuat rumahnya menjadi berantakan karena sampah makanan berserakan dimana-mana.

“Saya kadang menemukan sebuah kemasan atau kaleng makanan yang sudah dibuka dan tidak tahu apakah saya mengkonsumsinya dalam keadaan masih dingin atau tidak,” tambah Lesley.

Lesley menuturkan, ia sangat ingin menurunkan berat badan tapi menyadari bahwa usahanya tersebut akan sia-sia. Karena saat malam ia mengonsumsi banyak makanan tanpa sadar. Berbagai cara sudah coba ia lakukan untuk menghentikan sindrom ini. Salah satunya adalah menaruh alarm di pintu untuk membuatnya terbangun tapi ternyata tidak berhasil.

(dyh/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads