Label Dianggap Terlalu Seksi, Produsen Bir Denmark Tarik Bir "Lust"

Label Dianggap Terlalu Seksi, Produsen Bir Denmark Tarik Bir "Lust"

- detikFood
Sabtu, 20 Apr 2013 11:56 WIB
Foto: The Local
Jakarta - Untuk menarik perhatian para pembeli, berbagai produsen bir membuat gebrakan dalam hal rasa maupun kemasan. Sayangnya, salah satu produsen bir Denmark dipaksa mengganti kemasan luar produk mereka karena dianggap tidak senonoh menurut hukum Swedia.

Swedia yang dikenal sebagai salah satu negara pengonsumsi minuman alkohol terbesar mengambil langkah tegas terhadap sebuah produsen bir asal Denmark, Amager Bryghus. Produk bir bernama Lust yang menjadi bagian tema seri bir Seven Deadly Sins ditarik dari pasaran karena menampilkan ilustrasi kartun wanita setengah telanjang di kolam.

Tema seri bir Seven Deadly Sins sendiri mengambil racikan bir berbeda dengan tujuh ilustrasi kartun yang merepresentasikan konsep bir masing-masing. Tapi, Systembolaget , retailer minuman alkohol yang dikelola oleh pemerintah memutuskan gambar yang ada di botol bertema Lust tidak memenuhi hukum minuman alkohol Swedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œKami tidak bisa menerima label minuman itu karena melanggar hukum minuman alkohol Swedia, produk ini menampilkan label yang cukup seksual” Lennart AgΓ©n tutur juru bicara Systembolaget kepada The Local (19/04/2013).

Hasilnya, Systembolaget meminta Amager Bryghus untuk menghilangkan atau mengubah gambar kemasan saat dijual di Swedia. Hal ini ditanggapi produsen dengan menghitamkan seluruh gambar kecuali tulisan Lust.

Tapi proses mengubah gambar ternyata bukan sesuatu yang mudah. β€œKami harus melalui 10 kali percobaan sebelum mereka menyetujuinya, teks deskripsi yang ditujukan untuk sebatas humor juga tidak disetujui,” tutur Henrik PapsΓΈ selaku kepala komunikasi di Amager Bryghus.

Dengan disetujuinya kemasan bir terakhir ini, Swedia akan mulai menjual varian bir Lust mulai bulan depan. Tapi, pelarangan ini justru memicu rasa penasaran masyarakat. Henrik menyatakan ia menerima ribuan telepon dan email dari masyarakat Swedia yang menganggap perubahan itu konyol dan mereka menginginkan versi kemasan yang tidak disensor dari Denmark.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads