'Dari Sabang sampai Merauke...', jingle iklan sebuah produk mie instan ini mencerminkan kepopuleran mie instan di seluruh Indonesia, mengalahkan ikon kuliner lokal. Orang Indonesia lebih kenal mie instan dibandingkan dengan beragam makanan tradisional.
Praktis, enak dan harganya terjangkau. Itulah penyebab mie instan sukses menjadi menu hampir semua rumahtangga di Indonesia. Tak berlebihan karena produksinya mencapai 14.5 milyar bungkus per tahun (Food Bussiness Review 2012), kedua terbesar setelah China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepopuleran mie instan juga tak kalah kuat dengan pendapat banyak orang bahwa mie instan tidak menyehatkan. Mie instan dicurigai mengandung sejumlah zat berbahaya, pemicu obesitas, tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan.
Dalam Ulasan Khusus kali ini detikfood akan mengajak Anda melihat mie instan sebagai bagian nutrisi bangsa. Mulai dari sejarah, proses pembuatan, cara memasak, cara penyajian hingga kualitas nutrisinya. Termasuk pendapat para ahli nutrisi tentang mie instan.
Apakah mie instan menyehatkan? Baikkah mie instan dimakan tiap hari? Bagaimana menyajikan mie instan yang benar dan kaya nutrisi? Nutrisi apa saja yang diebrikan oleh sebungkus mie instan. Semuanya akan detikfood paparkan untuk Anda. Slruup!
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN