Ahli Bir Ternama Inggris Ternyata Menderita Intoleransi Terhadap Bir!

Ahli Bir Ternama Inggris Ternyata Menderita Intoleransi Terhadap Bir!

- detikFood
Senin, 15 Apr 2013 14:02 WIB
Foto: Daily Mail
Jakarta - Alastair Scott merupakan tokoh bir ternama di Inggris. Lewat pengalamannya selama 20 tahun di industri pub, ia dinobatkan sebagai ahli bir pertama di Inggris. Ironisnya, ia mengalami sakit parah dan diagnosa alergi terhadap bahan utama dalam bir!

Minuman bir sudah menjadi bagian dari hidup Alastair, ia mempunyai dua pub di Bristol dan Harrogate. Selain itu ia juga berkeliling seluruh pelosok Inggris untuk mencicipi bir. Pekerjaan Alastair meliputi pengulasan bir dan mencocokan bir tertentu dengan beberapa makanan.

β€œSaya berada di pub tiga sampai empat hari selama seminggu dan minimal saya meneguk 3 sampai 4 bir untuk alasan pekerjaan, bahkan saya bisa meneguk enam gelas bir per hari!” tutur Alastair kepada Daily Mail (15/04/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, suatu saat pria kelahiran Banbury, Oxfordshire, 49 tahun silam ini menunjukkan gejala sakit seperti batuk-batuk, muntah-muntah, tubuh lelah dan lesu selama berbulan-bulan. Ia memutuskan menggunakan YorkTest home kit untuk memeriksa apakah intoleransi makanan menjadi sumber penyakitnya.

Betapa terkejutnya Alastair saat menemukan ternyata ia mengalami reaksi intoleransi parah terhadap ragi yang banyak ditemukan di bir, wine, roti, bahkan saus salad. Ia menduga faktor penyebabnya adalah ia mengonsumsi terlalu banyak bir.

Tapi, karena bir menjadi salah satu faktor utama pekerjaannya, Alistair dipaksa untuk melakukan pendekatan baru dalam menikmati bir. Saat ini ia hanya menyesap bukan meneguk bir, hal ini tentunya membuat pencicipan rasa bir menjadi lebih sulit, karena tidak sama dengan wine, bir harus benar-benar diminum untuk menguraikan rasa di dalamnya.

Karena intoleransinya, ia juga menyesuaikan pilihan bir untuk tetap memenuhi keinginannya.β€œDuvel ale adalah salah satu bir favorit saya, tapi minuman tersebut mengandung jumlah ragi sangat banyak karena itu saya beralih pada lager (bir ringan) yang melalui proses pengolahan yang lebih panjang,” tambah Alastair.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads