Teknik ini dikembangkan oleh tim di the University of Warwick, Inggris. Mereka mengganti cocoa butter dan lemak susu yang biasanya dipakai dalam cokelat batangan dengan jus apel, jeruk, dan cranberry dalam bentuk micro-bubbles. Hal ini bisa mengurangi kandungan lemak dan gula dalam cokelat sekaligus mempertahankan rasa dan tekstur khas cokelat.
Tim peneliti mengatakan teknik ini bisa dipakai untuk semua jenis cokelat seperti dark, milk, dan white chocolate serta memberikan sentuhan rasa buah-buahan. Selain jus buah-buahan, bisa dipakai campuran air dan vitamin C untuk mempertahankan rasa cokelat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 57 gram cokelat premium rata-rata mengandung 13 gram lemak. Sekitar 20 % konsumsi lemak individual, dengan banyak asam lemak jenuh tidak sehat. Walaupun kaya akan kandungan lemak dan gula, cokelat tinggi kandungan antioksidan nabati bernama flavonoids.
Tim peneliti berharap industri makanan akan membuat langkah selanjutnya untuk membuat permen atau cokelat yang enak sekaligus rendah lemak.
βSemua orang menyukai cokelat tapi sayangnya banyak cokelat mempunyai kandungan lemak sangat tinggi. Kandungan tersebut memberikan tekstur yang lembut dan lumer di mulut yang disukai banyak orang,β tambah Dr Stefan.
Karena jus buah-buahan ini disebar dalam adonan cokelat, rasa buah-buahan tidak akan mendominasi rasa cokelat. Para tim peneliti percaya teknologi ini bisa menambahkan sentuhan rasa yang menarik untuk produk cokelat batangan yang saat ini banyak dijual.
Dengan penghapusan bahan seperti cocoa butter dan lemak, proses pembuatan cokelat ini bisa menghilangkan bercak-bercak putih di atas lapisan cokelat yang tidak enak dipandang karena disimpan dalam rak terlalu lama.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN