Telah Terbukti Diet Mediterania Lebih Hemat Biaya Makanan

- detikFood
Senin, 01 Apr 2013 16:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penelitian terbaru dari The Miriam Hospital dan Rhode Island Community Food Bank menyatakan diet Mediterania tidak hanya membuat tubuh sehat tetapi juga hemat. Pengeluaran untuk makanan menjadi jauh berkurang.

Partisipan yang mengikuti kelas memasak dan menerapkan diet tersebut berhasil membuktikan. Biaya pengeluaran makanan menjadi turun, tidak bergantung pada bantuan makanan dan lebih memilih makanan sehat.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Hunger and Environmental Nutrition ini melibatkan 83 orang. Mereka berasal dari perumahan masyarakat berpenghasilan rendah dan bergantung pada food bank. 63 diantaranya berhasil menyelesaikan studi hingga selesai.

Sebagai bagian dalam studi, para peserta mengambil kelas memasak selama enam minggu untuk belajar memasak hidangan yang menjadi bagian diet Mediterania. Di dalam kelas memasak ini para instruktur menyiapkan resep yang mengandung minyak zaitun, pasta whole grain, brown rice, buah, dan sayuran.

Sebagai tambahannya, partisipan diberikan bahan- bahan makanan untuk membuat hidangan diet Mediterania setiap minggu setelah kelas. Setelah kelas memasak selesai, para pasrtisipan dipantau selama 6 bulan untuk melihat jenis makanan yang banyak mereka beli.

Setelah 6 bulan, para peneliti menemukan para partisipan lebih sedikit membeli soda, dessert, camilan, dan daging. Sementara itu, pembelian buah dan sayuran terus meningkat setiap bulannya. Walaupun bukan tujuan studi ini, tapi dilaporkan juga berat tubuh para partisipan semakin menurun.

“Hasil yang ditunjukkan mengusulkan menyertakan hidangan vegetarian dalam pilihan hidangan per minggu, tidak hanya membuat tubuh sehat tapi juga menurunkan biaya pengeluaran makanan,” Tutur Mary Flynn Ph.D., RD, LDN, selaku ahli diet di Miriam Hospital kepada Eureka Alert (01/04/2013).

Para partisipan tidak hanya mengurangi pengeluaran biaya makan mereka hingga lebih dari setengahnya. Juga ketergantungan terhadap food bank menurun, dari 68 % pada awal studi hingga 54 % pada akhir studi.

(fit/odi)