Kafe Ini Sediakan Makanan dari Bahan Terbuang Secara Gratis

Kafe Ini Sediakan Makanan dari Bahan Terbuang Secara Gratis

- detikFood
Senin, 01 Apr 2013 13:03 WIB
Foto: Gleaners Kitchen
Jakarta - Kelaparan dan banyaknya makanan terbuang menjadi dua masalah utama yang dihadapi dunia. Seorang mahasiswa menawarkan solusi. Ia membuat sebuah kafe yang bahan makanannya bersumber dari makanan terbuang yang masih layak dimakan dan bisa dinikmati gratis.

Menurut National Resources Defense Council, supermarket membuang bahan makanan bernilai hingga $2.300 atau sekitar Rp 22.3 juta yang sudah kadaluarsa tapi masih layak konsumsi setiap malamnya. Kejadian ini bertentangan dengan masalah lainnya yaitu kelaparan yang saat ini sedang melanda dunia.

Hal ini yang mendorong Thaler, seorang dumspter diver untuk membuat sebuah kafe yang menawarkan baik bahan makanan ataupun hidangan dari bahan makanan terbuang secara gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kafe bernama The Gleaners Kitchen ini masuk ke dalam salah satu proyek pengumpulan dana bernama Kickstarter. Pada website Kickstarter (01/04/2013) dikatakan kafe ini membutuhkan bantuan dana sekitar $1.500 atau sekitar Rp 14.575.500.

β€œThe Gleaners Kitchen ini bukan bisnis, ini bukan tempat komersil dimana orang membayar untuk mendapatkan sesuatu. Tujuan kami tidak untuk memproduksi komoditi tetapi untuk lebih kepada pengembangan masyarakat sekitar,” tutur Thaler kepada Huffington Post (01/04/2013).

Thaler bersama kelompoknya, sebelumnya sudah mengumpulkan distribusi makanan. Setelah menggali di tempat pembuangan, mereka mulai menyaring bahan makanan mana yang masih bisa digunakan. Bahan yang sudah terlanjur busuk atau rusak dibuang dan lainnya dicuci dan diatur.

Dalam video promosi, Thaler mengatakan dalam proses memasak hidangan, tidak ada bahan makanan dan kemasan yang terbuang. β€œKami membuat jus dari buah-buahan layak konsumsi yang sudah dibuang, minum dari kaleng saus salsa, dan membuat semua kemasan hummus sebagai tempat menyimpan bahan makanan, dan dari bahan makanan ini kami bisa memasak dalam jumlah banyak,” tambahnya.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads