Mereka mengalami synesthesia, yakni kondisi neurologis di mana rangsang dari satu indra malah menghasilkan pengalaman di indra lain. Seperti makna dari bahasa asalnya yakni Yunani kuno, syn berarti bersama dan aisthesis berarti sensasi.
Menurut American Synesthesia Association, sekitar satu dari 27 orang mengalami synesthesia. Namun, menurut artikel yang dilansir situs The Salt (18/03/13), mungkin hanya 1% dari seluruh penderita synesthesia yang persilangan fungsi indranya memengaruhi persepsinya terhadap makanan dan minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaime Smith adalah salah satunya. Pria yang berprofesi sebagai sommelier atau ahli menyajikan wine ini menggambarkan aroma dalam warna dan bentuk tiga dimensi. White wine seperti Nosiola, misalnya, menurutnya seperti air laut yang cantik, mengalir, dan berwarna seperti ombak.
Bagi Smith, bakat yang ia miliki meningkatkan kemampuannya dalam menilai dan menganalisis wine. "Saya merasa memiliki kelebihan dibanding banyak orang lain, khususnya dalam bidang di mana Anda dinilai berdasarkan seberapa baik penciuman Anda," ujarnya.
Sean Day, ketua American Synesthesia Association, telah meneliti kondisi ini selama lebih dari tiga dasawarsa. Dari hasil studinya, ia menemukan bahwa otak penderita synesthesia secara anatomi tampak berbeda.
Secara khusus, terlihat bahwa hubungan syaraf antara bagian sensor berbeda di otak lebih termyelinasi pada penderita synesthesia. Myelin adalah selubung berlemak yang membungkus syaraf dan memungkinkan sinyal syaraf berjalan lebih cepat.
"Karena myelinasinya berbeda, interaksi antara bagian tertentu di otak juga berbeda," jelas Day. Hal ini membuat bagian otak yang bertanggungjawab terhadap indra berbeda berkomunikasi ketika biasanya tidak.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN