Ide unik ini ditampilkan pada peragaan busana tahunan di Jepang, Tokyo Sweets Collection. Para model mengenakan pakaian yang dapat dimakan, seperti topi yang tersusun dari strawberry, gel yang dicetak bentuk bunga, dan gula yang dibentuk sedemikian rupa. Whipped creampun menghiasi gaun para model sebagai ikat pinggang.
Jika biasanya pakaian yang dipamerkan di catwalk adalah karya perancang kenamaan, kali ini pastry chef top Jepanglah yang turun tangan. Sebut saja Koichi Izumi, Toshihiko Yoroizuka, Toshi Yoroizuka, dan Hironobu Tsujiguchi. Mereka menciptakan topi, tas, sepatu, dan gaun yang tampak menggiurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk peragaan busana, macaron tak perlu dibuat enak. Yang penting tampak cantik. Membuatnya memang sedikit lebih sulit dibanding biasanya. Maksudnya adalah membuat sesuatu yang akan menginspirasi dan tampak cantik," ujarnya kepada stasiun TV Inggris, ITN, Senin (11/03/13).
Seperti umumnya pakaian haute couture, gaun-gaun berhiaskan dessert ini tidak untuk dijual, dipakai, apalagi dikonsumsi. Namun, Izumi yakin bahwa pakaian yang dapat dimakan nantinya akan menjadi tren fashion.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN