Label ini diluncurkan oleh Perusahaan Insignia Technologies di Inggris pada hari Jumat (01/03/2013). Setiap makanan yang menggunakan label spesial ini akan dikenai tambahan biayai Rp 29.000,00.
Diharapkan smart label ini bisa mengurangi jumlah makanan terbuang dengan mencegah para konsumen membuang makanan mereka. Umumnya karena mereka salah mengira makanan tersebut sudah kadaluarsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencipta label ini adalah Professor Andrew Mills yang sekaligus Professor bidang Material Chemistry di Queen's University, Belfast, Irlandia Utara. Label ini butuh waktu pengerjaan selama hampir lima tahun.
βIni adalah perkembangan yang besar untuk konsumen dan industri makanan. Indikator ini berfokus pada berapa lama kemasan telah dibuka. Hal ini penting untuk mencegah makanan yang masih berkualitas baik dibuang sia-sia,β kata Professor Andrew kepada Daily Mail (01/03/2013).
Label ini bekerja pada makan kemasan yang telah dikemas dalam atmosfir modifikasi menggunakan karbon dioksida. Setiap label menunjukkan sebuah lingkaran yang dikeliling tiga bagian warna panah, cokelat untuk 'just opened', oranye 'use soon', dan ungu 'past best'.
Saat kemasan dibuka, pelepasan karbon dioksida memicu pengatur waktu dalam label, jadi semakin lama kemasan dibuka warna akan mulai berubah.
Selanjutnya, para ahli sedang mengerjakan sistem yang sama untuk produk buah dan sayuran. Juga makanan dan minuman dalam kaleng atau botol, bahkan konsmetik seperti mascara atau lensa kontak.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN