Memilih Gelas Wine yang Tepat

Memilih Gelas Wine yang Tepat

- detikFood
Rabu, 27 Feb 2013 18:27 WIB
Memilih Gelas Wine yang Tepat
Foto: Detikfood
Jakarta -

1. White wine

Foto: Thinkstock
Gelas white wine biasanya memiliki wadah yang lebih kecil, dangkal, dan berbibir lebih lebar dibanding gelas red wine. Pasalnya, white wine dinikmati bukan karena aromanya, tidak seperti red wine. Bibir gelas yang lebar cocok untuk wine dengan rasa pekat seperti oaked chardonnay, karena oksidasi akan melembutkan rasanya.

2. Red wine

Foto: Thinkstock
Red wine memiliki aroma kuat. Makanya, gelasnya lebih besar dan lebih bundar agar hidung bisa masuk untuk menghirup aromanya. Bagian bibirnya agak lebih sempit dibanding bagian bawahnya. Gelas red winepun dibagi dua, yakni bordeaux glass yang wadahnya tinggi dan burgundy glass yang bagian bawahnya menggembung. Bordeaux glass dirancang untuk red wine full body seperti cabernet sauvignon and syraz, karena wine akan langsung ke belakang mulut. Sementara itu, burgundy glass lebih cocok untuk red wine yang halus seperti pinot noir karena aromanya akan terakumulasi. Minuman diarahkan ke ujung lidah.

3. Sparkling wine

Foto: Thinkstock
Gelembung karbondioksida dalam sparkling wine tampak lebih cantik dalam gelas yang tinggi ramping ini. Bibirnya juga sempit agar gelembungnya tak cepat hilang. Gelas sparkling wine sering disebut gelas champagne atau flute.

4. Rose wine

Foto: Detikfood
Rose wine bisa disajikan dengan gelas white wine. Namun, menurut pakar wine Indonesia Yohan Handoyo, ada gelas khusus rose wine. Bentuknya agak menggembung di bawah, meliuk, lalu melebar di bagian atasnya.

5. Sherry

Foto: Thinkstock
Gelas sherry dipakai untuk minuman beralkohol yang aromatik, seperti sherry, port, aperitif, liqueur, atau layered shooters. Bentuknya macam-macam, namun umumnya wadahnya dalam dan menggembung di bawah dengan tangkai yang agak pendek.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads