Ahli nutrisi Dr Kathryn OβSullivan, yang menulis laporan berjudul Beer & Calories: A Scientific Review percaya bahwa menukar beberapa minuman dengan bir bisa menjadi salah satu cara yang masuk akal untuk berdiet.
Dalam laporan itu dikatakan bir mempunyai kalori lebih sedikit per 100ml daripada wine, minuman alkohol, bahkan jus jeruk. βSayangnya bir mempunyai citra minuman yang tinggi kalori dan lemak, hal itu tidak adil,β kata Dr OβSullivan kepada The Times (18/02/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun, Dr O'Sullivan tidak membantah bukti efek konsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa berpengaruh pada peningkatan angka kematian dan kesakitan. Ia berpendapat ada dukungan bukti ilmiah tentang konsumsi bir dalam jumlah normal bisa dihubungkan dengan manfaat kesehatan.
Dr O'Sullivan lebih menyarankan untuk mengatur konsumsi alkohol selama setahun. Masyarakat di Inggris sendiri menghabiskan rata-rata 14 tahun hidup mereka untuk berdiet. Namun, menurut laporan tersebut banyak orang mempunyai pemahaman salah tentang kalori dalam minuman.
Lebih dari setengah orang dewasa Inggris tidak mengetahui berapa banyak kalori yang ada di bir ataupun wine, dan 74 persen menaksir terlalu tinggi kandungan kalori dalam bir. Dr OβSullivan menyimpulkan bahwa mengganti dua gelas besar wine dengan dua botol bir bisa menghemat 58.240 kalori per tahun.
βMengonsumsi bir dalam jumlah normal, hampir sama efeknya dengan wine. Bisa menawarkan banyak vitamin dan mineral penting, selain itu juga melindungi dari tubuh dari sakit jantung, osteoporosis dan diabetes,β kata Dr OβSullivan kepada Telegraph (18/02/2013).
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN