Kelelahan dan Jet Lag Bisa Diatasi Dengan Makanan Sehat

Kelelahan dan Jet Lag Bisa Diatasi Dengan Makanan Sehat

Fitria Rahmadianti - detikFood
Jumat, 08 Feb 2013 16:30 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bepergian dengan pesawat pada larut malam bisa memberikan keuntungan sekaligus kerugian. Positifnya, Anda bisa sampai di tempat tujuan di pagi hari dan langsung melanjutkan kegiatan. Sayang, kurangnya waktu tidur bisa membuat Anda kelelahan. Ternyata hal ini bisa disiasati dengan konsumsi makanan bergizi!

Jet lag dirasakan ketika kita bepergian dengan pesawat, menempuh jarak jauh dan melalui perbedaan waktu. Jam biologis kita jadi berubah dan dapat menimbulkan beberapa gejala yang tak menyenangkan, seperti kelelahan. Apalagi jika kita mengambil penerbangan tengah malam atau red-eye flight.

Red-eye flight adalah penerbangan yang dilakukan larut malam dan tiba di tempat tujuan keesokan harinya. Biasanya perjalanan ini dilakukan ke arah timur dan berlangsung sekitar 3-5 jam. Waktu tersebut tentu kurang dari anjuran durasi tidur, yakni 7-9 jam. Akibatnya, tubuh menjadi kelelahan dan mata menjadi merah, seperti istilah red-eye flight.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Daily Meal (07/02/13) mewawancarai beberapa ahli gizi dan ilmuwan terkait solusi gejala red-eye flight. Terbukti bahwa nutrisi memainkan peranan penting dalam masalah ini. "Hal yang paling penting dalam mencegah red-eye adalah merencanakan (asupan makanan) sebelumnya," ujar ahli gizi Brooke Alpert.

Selain menuliskan rencana kuliner Anda setelah tiba di tempat tujuan, rencanakan pula makanan yang akan Anda konsumsi sebelum dan selama penerbangan. Dengan demikian, Anda bisa tetap bugar dan langsung melakukan aktivitas setelah sampai.

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari, di antaranya makanan yang diproses serta makanan yang terlalu asin, manis, atau pedas. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan perut kembung. Hindari pula minuman yang mengandung alkohol dan kopi.

Bagaimanapun juga, ngemil selama penerbangan sulit dihindari. Selain untuk mengisi perut karena berada berjam-jam di udara, hal ini juga sering dilakukan untuk mengatasi kebosanan. Seringnya yang jadi camilan adalah makanan tak sehat seperti keripik.

Jika demikian, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan sehat sebelum dan sesudah penerbangan sebagai kompensasi ngemil makanan tak sehat di pesawat. Atau, kalau lapar di tengah perjalanan, konsumsilah makanan-makanan sehat seperti sayur dan salad mentah, protein rendah lemak, buah kering, dan biji-bijian.

Seorang ahli lain mengatakan 'puasa' sebelum dan selama penerbangan adalah langkah ampuh untuk mencegah gejala red-eye flight. Dr. Patrick Fuller dari Harvard Medical School menganjurkan berpuasa selama 16-18 jam sebelum dan selama penerbangan. Kemudian, Anda bisa melanjutkan makan pada jam makan pertama di tempat tujuan Anda.

"Berpuasa kelihatannya sulit dilakukan, namun sebenarnya Anda hanya perlu mengorbankan makanan di pesawat," jelasnya, sambil menekankan pentingnya tetap terhidrasi. Walau teori ini belum dibuktikan secara ilmiah, menurut Fuller, lebih dari 120 orang telah mencobanya trik ini dan akan melanjutkannya.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads