Malang benar nasib Graziussi. Niatnya liburan di New York justru berujung pada penahanannya selama 2 hari di dalam restoran. Ia mengakui kesalahannya, karena lupa membawa dompet dan tidak bisa membayar menu seharga $208 atau sekitar 2 juta Rupiah.
Atas kesalahan itu, ia memberikan ponsel pintar miliknya sebagai jaminan dan berniat mengambil dompet yang tertinggal di rumah temannya. Bukannya diberi izin, pihak restoran Smith & Wollensky justru menghubungi pihak kepolisian. "Mereka bilang jika mereka bukan jasa taksi. Selanjutnya, saya malah diborgol," kata Graziussi pada NY Daily News (24/01/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inipun menuai pro dan kontra di antara pengunjung restoran Smith & Wollensky. Banyak yang berpendapat jika para pegawai seharusnya bisa lebih mengerti dan memberikan batasan waktu. "Jika ia tidak kembali dalam beberapa jam, mereka boleh menghubungi polisi," kata pengunjung yang tidak mau disebut namanya.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN