Ikan Beracun Lionfish Kini Jadi Santapan Lezat

- detikFood Jumat, 25 Jan 2013 11:04 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah fugu, kini ada satu lagi ikan beracun yang menjadi santapan lezat. Ikan cantik namun membahayakan ini bernama lionfish. Jika Anda biasa melihatnya di akuarium besar maupun di lautan ketika menyelam, sebentar lagi mungkin Anda akan mendapatinya tersaji di meja makan.

Lionfish termasuk dalam genus Pterois dan banyak ditemui di wilayah Indo-Pasifik. Ciri khasnya adalah sirip panjang berduri runcing di punggung dan di sisi tubuhnya. Warnanya belang merah, putih, dan hitam. Karena tampilannya yang menarik, ikan ini sering dijadikan penghias akuarium besar.

Lionfish memiliki sifat agresif terhadap ikan-ikan lain yang hidup di karang maupun manusia. Jika terkena racunnya, manusia bisa mengalami gejala seperti berkeringat, pening, sakit kepala, mual, muntah, demam, hingga kejang dan kesulitan bernafas.

Area yang terkena bisa berwarna kemerahan dan terasa seperti ditusuk-tusuk. Konon, sakit luar biasa yang ditimbulkan racun lionfish 200 kali lebih parah daripada disengat ubur-ubur. Racun dari beberapa spesies lionfishpun bisa menyebabkan sakit yang bertahan hingga berhari-hari.

Sengatnya terutama berbahaya bagi anak-anak, lansia, orang dengan kekebalan tubuh rendah, dan mereka yang alergi terhadap racun lionfish. Meski jarang terjadi, bisanya dapat menyebabkan anggota tubuh lumpuh, gagal jantung, dan kematian.

Sayang, populasinya semakin bertambah dan mulai memasuki wilayah yang bukan habitatnya. Lionfish memakan ikan yang lebih kecil serta moluska, sementara hanya sedikit yang menjadi predator lionfish karena racun di siripnya. Beberapa jenis kerapu besar mungkin memangsanya tanpa terkena racunnya, namun kerapu itu sendiri terancam punah.

"Jika kita tak melakukan apa-apa terhadap lionfish, dalam 20 tahun, hanya akan ada ikan ini di lautan," ujar Jorge Rausch, pemilik restoran Criterion di Bogota, Kolombia. Kepada The Daily Meal (23/01/13), ia menambahkan bahwa lionfish mengonsumsi hewan laut 4-5 kali berat tubuhnya sendiri setiap hari. Ikan ini juga menghabiskan makanan ikan yang lebih besar.

Karena itulah, Rausch menyajikan lionfish sebagai hidangan mewah di restorannya. Bukan sekadar demi mengurangi populasinya, melainkan juga karena lionfish memiliki rasa yang lezat.

Dagingnya yang berwarna putih dan pipih terasa asin jika disantap mentah. Karena lionfish banyak memakan kerang-kerangan, dagingnya jadi terasa nikmat. Adapula yang mengatakan teksturnya seperti ikan kerapu.

"Sayangnya, tak ada yang tahu tentang makhluk ini. Sebagian nelayan tak mau memakannya. Mereka pikir, karena durinya berbisa, dagingnya juga beracun," kata Rausch.

Ide menyajikan lionfish sebagai hidangan pertama kali muncul saat Rausch diminta menyediakan katering untuk jamuan makan sebuah kelompok pecinta lingkungan. Ia berpikir untuk menyajikan sesuatu yang bukan hanya tak dilindungi, melainkan juga harus dimusnahkan. Usaha ini ternyata disambut baik oleh kelompok tersebut.

Rauschpun menyadari, dengan mendorong chef lain menggunakan daging lionfish, ia bisa membantu menekan populasinya. "Kita harus mencobanya," pungkas Rausch.

(fit/odi)