Rasa Marah Bisa Memicu Makin Banyak Makan!

Rasa Marah Bisa Memicu Makin Banyak Makan!

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Rabu, 23 Jan 2013 12:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak makan sering kali dipercaya sebagai pereda emosi. Mungkin sebagian dari Anda akan makan camilan seperti gorengan, cake, ataupun permen. Namun perlu hati-hati, karena kemarahan yang tak kunjung reda bisa membuat nafsu makan makin bertambah.

Cara jitu meredakan emosi bukanlah dengan banyak makan. Seperti yang sudah diketahui, terlalu banyak makan bisa dengan mudah meningkatkan berat badan. Pasalnya asupan kalori jadi bertambah dan melebihi dari kebutuhan yang dianjurkan.

Menurut psikolog bernama Jennifer Taitz, sekaligus penulis buku End Emotional Eating, kebiasaan makan seseorang bisa dipahami dari aspek emosional. Karena keduanya dapat berpengaruh besar pada kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œKebanyakan orang berusaha meredakan kemarahan dengan banyak makan, cara ini adalah solusi yang salah untuk meredakan emosi karena makanan tidak dapat mengendalikan kemarahan.” kata Taitz kepada FoxNews.com.

Menurut Taitz, alasan lainnya yang dapat membuat orang makan terlalu banyak adalah adanya kecemasan sosial. Cara mengatasi masalah yang dianggap benar ini perlu cepat dipahami, bisa dimulai dengan mengubah perilaku dan memahami alasan mengapa banyak makan di saat emosi meninggi.

β€œSebenarnya tidak sulit untuk mengetahui apakah kita benar-benar lapar atau sedang emosi ketika nafsu makan meningkat. Hal ini bisa diatasi dengan mengubah perilaku terlebih dahulu. Meskipun begitu tidak ada salahnya jika sesekali ingin memuaskan nafsu makan di penghujung hari.” tambah Taitz.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads