Cara jitu meredakan emosi bukanlah dengan banyak makan. Seperti yang sudah diketahui, terlalu banyak makan bisa dengan mudah meningkatkan berat badan. Pasalnya asupan kalori jadi bertambah dan melebihi dari kebutuhan yang dianjurkan.
Menurut psikolog bernama Jennifer Taitz, sekaligus penulis buku End Emotional Eating, kebiasaan makan seseorang bisa dipahami dari aspek emosional. Karena keduanya dapat berpengaruh besar pada kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taitz, alasan lainnya yang dapat membuat orang makan terlalu banyak adalah adanya kecemasan sosial. Cara mengatasi masalah yang dianggap benar ini perlu cepat dipahami, bisa dimulai dengan mengubah perilaku dan memahami alasan mengapa banyak makan di saat emosi meninggi.
βSebenarnya tidak sulit untuk mengetahui apakah kita benar-benar lapar atau sedang emosi ketika nafsu makan meningkat. Hal ini bisa diatasi dengan mengubah perilaku terlebih dahulu. Meskipun begitu tidak ada salahnya jika sesekali ingin memuaskan nafsu makan di penghujung hari.β tambah Taitz.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN